92,3 Persen Peserta PKH Puas Terima Bansos

TANGERANG, (KB).- Hasil survei MicroSave lembaga survei kredibel dan independen terkait Program Keluarga Harapan (PKH) menyebutkan, sebesar 92,3 persen keluarga penerima manfaat (KPM) PKH puas terhadap program bantuan sosial (bansos) yang bertujuan menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Survei tersebut, dilakukan MicroSave Consulting Indonesia dalam kerangka kerja sama Kementerian Sosial (Kemsos) dan Bill & Melinda Gates Foundation. Survei dilakukan di 15 provinsi dan mencakup 28 kota/kabupaten di Indonesia.

Jumlah responden 2.903 dengan 1.466 KPM PKH dan 1.437 dari kontrol grup (non-KPM PKH) serta ditambah 25 wawancara mendalam. Data KPM dan non-KPM PKH diambil dari basis data terpadu yang berada pada 11 hingga 20 persen.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, survei tersebut, sangat penting bagi Kemensos untuk mencari solusi dan penyempurnaan dari PKH. “Survei ini dilakukan oleh lembaga kredibel dan independen,” katanya, Senin (15/4/2019).

Ia menilai, PKH tidak sekadar berperan untuk mengurangi kemiskinan, tetapi juga memberikan kontribusi pada transformasi peradaban. “Kami bisa lihat sebelum keluarga itu menjadi KPM, PKH kecil sekali yang berhubungan dengan perbankan. Sekarang dengan adanya PKH kami perkenalkan dengan akses perbankan,” ujarnya.

Menurut dia, akses masyarakat tidak mampu ke perbankan atau disebut juga dengan inklusi keuangan cukup tinggi. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang menerima bantuan sosial secara nontunai atau melalui perbankan.

“Kami sangat percaya PKH memberikan suatu kontribusi yang sangat substansial untuk pengurangan kemiskinan tercatat 9,66 persen pada September 2018 dan gini rasio 0,384. Untuk mengurangi angka kemiskinan saja itu tidak sederhana apalagi dengan mengubah gini rasio,” ucapnya.

Oleh karena itu, dia optimistis, PKH turut memberi kontribusi pada indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia, karena secara langsung PKH berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos Harry Hikmat menambahkan, bahwa dari hasil survei 93 persen KPM PKH puas terhadap keteraturan penerimaan bansos PKH ke dalam rekening. Kemudian, 92 persen puas terhadap respons contact center PKH dalam menanggapi aduan, 94 persen puas terhadap kemudahan bertransaksi di lokasi pencairan bansos.

Sebanyak 74 persen responden menggunakan dana bansos PKH untuk pembelian peralatan sekolah, 67 persen untuk biaya sekolah, 58 persen untuk biaya transportasi ke sekolah, 54 persen untuk membeli makanan tambahan, 42 persen biaya ekstrakurikuler sekolah, dan 33 persen untuk biaya masuk sekolah di tahun ajaran baru.

“KPM PKH juga mengapresiasi positif bansos nontunai melalui KKS. Sebanyak 98 persen KPM PKH lebih memilih metode penyaluran nontunai melalui kartu keluarga sejahtera (KKS) dibandingkan dengan cara sebelumnya melalui Kantor Pos,” tuturnya.

PKH juga mendorong perubahan perilaku KPM PKH di bidang kesehatan dan pendidikan dibanding non-penerima PKH. Diketahui, survei dilakukan di Banten, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here