82 Kg Ganja dari ”Septic Tank” Dimusnahkan

Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir beserta jajaran melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu di Halaman Mapolda Banten, Jumat (27/9/2019).*

Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten memusnahkan barang bukti ganja sebanyak 82 kilogram dengan cara dibakar, di Halaman Mapolda Banten, Jumat (27/9/2019). Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus di Kampung Padurung, Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin (9/9/2019).

Prosesi pemusnahan disaksikan secara langsung oleh ulama, tokoh masyarakat, Pengadilan Tinggi Banten, Kejaksaan, BNN Banten, Danrem 064 Maulana Yusuf, dan keempat tersangka.

Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir mengatakan, barang bukti ganja tersebut diperoleh dari empat tersangka yakni JU (48), FS (25), dan RF (23) yang diamankan Senin (9/9/2019). Mereka menyimpannya di dalam septic tank. Rencananya barang bukti yang didapat tersangka dari Jakarta itu akan diedarkan di wilayah Banten.

“Barang bukti ganja sebanyak 82 kilogram sudah dimusnahkan dengan cara dibakar,” katanya.

Polda Banten, kata dia, masih melakukan pengembangan kasus untuk memberantas jaringan peredaran narkoba. Adapun tersangka yang sudah ditangkap diancam dengan pasal 114 sub pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya berupa kurungan penjara 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati.

Sebelumnya, Dirnarkoba Kombes Pol. Yohanes Hernowo mengatakan, pengungkapan ganja seberat 82 kilogram merupakan hasil pengembangan dari tersangka narkoba jenis sabu inisial MD yang diamankan di wilayah Cipocok Jaya pada Sabtu (7/9/2019), dengan barang bukti 500 gram sabu.

“Ganja disembunyikan oleh pelaku di dalam septic tank dan berhasil diendus anggota kita,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata menuturkan, pengamanan ganja seberat 82 kilogram berhasil dilakukan atas kerja keras seluruh anggota Tim Ditresnarkoba Polda Banten.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari penangkapan pelaku sebelumnya, yaitu MD dengan barang bukti 500 gram dan sudah kami publikasikan ke masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, Kapolda Banten sangat serius memberantas narkoba dan obat terlarang lainnya. Pemberantasan ini bertujuan untuk menghindarkan generasi muda dari barang haram. Ia berpesan agar masyarakat terus memberikan informasi kepada polisi terdekat jika ada gerak-gerik pelaku narkoba.

“Jangan biarkan pengedar narkoba merusak anak-anak dan kemenakan kita. Perangi narkoba bersama-sama dengan awasi para pelaku yang mencurigai,” tuturnya. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here