82 Kepsek di Kabupaten Lebak Ditempatkan ke Sekolah Baru

LEBAK, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebak siap menempatkan 82 Kepala sekolah (Kepsek) ke sekolah baru. Kepsek yang telah memiliki sertifikat itu ditempatkan ke sekolah yang memiliki kekosongan, karena telah memasuki masa pensiun.

“82 kepsek disiapkan untuk ditempatkan di sekolah yang ditinggalkan kepala sekolah, karena telah memasuki masa pensiun pada tahun ini, baik SD maupun SMP,” kata Kepala Disdikbud Lebak Wawan Ruswandi, Kamis (22/8/2019).

Ia mengemukakan, saat ini ada 200 sekolah jenjang SD dan SMP tanpa kepsek. Sehingga, pos-pos sekolah yang tidak lagi ada kepala sekolahnya harus dapat diisi oleh kepala sekolah yang baru.

”Kami kira ketiadaan kepala sekolah di masing-masing sekolah itu akan membuat berbagai aktivitas yang dilaksanakan sekolah menjadi tidak optimal,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menempatkan kepsek baru ke sekolah yang ada tidaklah mudah. Karena, kepala sekolah yang akan mengisi posnya itu harus memiliki sertifikat kepala sekolah.

Selanjutnya, kewajiban kepala sekolah memiliki sertifikat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

”Yang lulus akan menerima sertifikat elektronik untuk memudahkan Kemendikbud dalam mengontrol distribusi kepala sekolah di daerah. Jika kepala sekolah belum ada sertifikat dan belum dapat diklat penguatan, maka kompetensinya harus ditingkatkan,” ucapnya.

Kepsek, sambung dia, dituntut bertindak sebagai manajer. Dengan demikian, harus memiliki manajerial yang baik, bakat wirausaha dan visioner dalam menerapkan kurikulum pendidikan. Menurut dia, pelatihan kompetensi mengajarkan kepala sekolah untuk memiliki kemampuan tersebut.

”Kepala sekolah ini harus punya sertifikat dan itu memang diatur dalam peraturan sertifikasi tentang pendidik. Ini tugas kami untuk merealisasikan dan meningkatkan kualitas mereka melalui pelatihan ini,” tuturnya.

Ia menuturkan, bagi kepala sekolah yang sudah menjabat sebelum ditetapkannya Permendikbud Nomor: 6 Tahun 2018 dan belum memiliki sertifikat calon kepala sekolah, maka kepala sekolah yang bersangkutan wajib mengikuti dan lulus diklat penguatan kepala sekolah.

Sedangkan bagi kepala sekolah yang diangkat setelah ditetapkannya Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 dan belum memiliki sertifikat calon kepala sekolah, maka kepala sekolah yang bersangkutan wajib mengikuti dan lulus diklat calon kepala sekolah. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here