80.000 Kartu Keluarga Dimutakhirkan

SERANG, (KB).- Pada 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang berencana melakukan pemutakhiran data kependudukan dalam hal tersebut kartu keluarga (KK). Pemutakhiran dilakukan, karena sampai saat ini ada sekitar 80.000 KK yang masih bertanda tangan camat, sehingga belum masuk Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Asep Saefudin Mustopa menuturkan, di 2018 akan memutakhirkan data kependudukan yang mencapai 80.000 KK. Jumlah tersebut merupakan KK yang masih belum masuk SIAK. “Jadi, mau dimutakhirkan,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (4/1/2018).

Ia mengatakan, masih banyaknya KK yang perlu dimutakhirkan tersebut dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum sadar untuk mengurusnya. “Padahal, jika memang merasa KK-nya masih bertanda tangan camat, seharusnya bisa segera mengurusnya. Masyarakatnya diam-diam saja,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya sudah sering mengingatkan dan menyosialisasikan masalah tersebut. Bahkan, sudah diumumkan kepada masyarakat di setiap kecamatan, agar mengganti KK-nya bagi yang masih ditandatangani camat. “Tapi, ternyata sampai saat ini masih banyak, terpaksa kami mutakhirkan,” ucapnya.

Adanya pemutakhiran tersebut juga dikarenakan pada 2019, sudah masuk dalam tahun politik. Di mana pada tahun tersebut semua masyarakat sudah harus ber-KTP-el, agar dapat memberikan hak pilihnya. “Dalam rangka persiapan Pemilu 2019,” tuturnya.

Ia menargetkan, proses pemutakhiran data kependudukan tersebut bisa selesai pada akhir Maret 2018. Menurut dia, untuk menyelesaikan 80.000 data kependudukan tersebut bukanlah hal yang sulit.
“Kan 80.000 itu tersebar di 326 desa diperkirakan rata-rata per desanya 250 orang, jadi enggak banyak,” katanya.

Mekanismenya, ujar dia, data KK yang ada di kantornya akan dilemparkan kepada desa-desa. Setelah itu, desa akan melakukan verifikasi. Hasil verifikasi tersebut dikembalikan kepadanya dan dicetakkan kartu keluarganya. “Jadi, semua mulai tahun sekarang ini tidak adalagi KK bertanda tangan camat,” ucapnya.

Menurut dia, meski KK bertanda tangan camat tersebut tidak berpengaruh, namun ketika akan memberikan pelayanan KK tersebut perlu terdaftar dahulu di SIAK. “Harus diganti dulu KK-nya, jadi lebih ke data itu soalnya,” tuturnya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here