Selasa, 25 September 2018
Petugas BPBD Kabupaten Serang saat melakukan pemadaman kebakaran di Kampung/ Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Senin (26/2/2018) *

8 Unit Kontrakan di Ciruas Kebakaran

Sebanyak delapan unit kontrakan berbentuk bedengan milik Kartini, warga Kampung Singamerta, RT01/RW 01, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas kebakaran pada Senin (26/2/2018). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun akibat peristiwa tersebut, sebanyak delapan kepala keluarga harus mengungsi di rumah milik tetangga dan saudaranya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang peristiwa tersebut, terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, seorang penghuni kontrakan melihat ada kepulan asap dari kontrakan nomor dua dan delapan. Saat dilihat, ternyata api sudah membakar sebagian ruangan. Asal api diduga berasal dari korsleting arus listrik yang merambat pada bangunan tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana menuturkan, pascamendapatkan laporan tersebut, langsung menurunkan dua unit, terdiri atas seunit watter pump dan seunit water supply. Dibantu juga dua unit mobil pemadam kebakaran milik Kota Serang. “Langsung turunkan tim assessment. Titik sumber api sudah dapat dipadamkan. Material bangunan terbakar belum dievakuasi,” katanya.

Ia mengatakan, selain dengan menggunakan mobil damkar, aparatur dan warga setempat melakukan pendinginan, pembersihan, serta evakuasi barang yang masih bisa diselamatkan. Peristiwa tersebut, telah menyebabkan kerugian sekitar Rp 80 juta. Selain itu, untuk sementara, korban terdampak mengungsi ke tempat tetangga dan sebagian tinggal di rumah saudaranya.

Sementara, Camat Ciruas, Wawan Setiawan menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun para korban untuk sementara tidak bisa menempati rumah tersebut. “Temboknya dan barang-barangnya terbakar, terus kepulan asap juga masih banyak di rumah itu. Yang penting mah enggak ada korban jiwa,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk sementara bantuan dari BPBD sudah datang. Pihaknya sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warganya tersebut. Menyikapi warganya yang kehilangan tempat tinggalnya, dia berencana untuk mengajukan bantuan kepada pihak perusahaan. “Mudah-mudahan ada partisipasinya,” ucapnya. Ia menjelaskan, delapan kepala keluarga yang tinggal di kontrakan tersebut kebanyakan pekerja pabrik. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Wagub Banten Klaim Kekerasan Perempuan dan Anak Menurun

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan, korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *