70 Sekolah di Kabupaten Tangerang Jadi Model Percontohan GSM

TANGERANG, (KB).- Sebanyak 70 sekolah negeri di Kabupaten Tangerang dijadikan model percontohan (pilot project) Program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Puluhan sekolah tersebut, terdiri dari 20 sekolah menengah pertama (SMP) dan 50 sekolah dasar (SD).

Hal tersebut mengemuka saat berlangsung ekspose Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait Program GSM kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Ruang Wareng, Gedung Setda, Puspemkab Tangerang.

Ia mengatakan, program GSM telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang 2019-2023, karenanya program tersebut, juga menjadi salah satu dari 15 program unggulan.

Menurut dia, kesuksesan program tersebut, perlu melibatkan berbagai stakeholder, tak terkecuali organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya selain Disdik.

“Secara teknis yang sudah dipaparkan oleh Kadisdik terkait program GSM, saya merasa bangga dan puas. Akan tetapi, masih perlu kami terus berinovasi dan berupaya untuk membenahi serta memperbaiki. Secara bertahap terus berproses, agar program ini bisa berjalan konsisten,” ujarnya.

OPD terkait tersebut, lanjut dia, adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Peternakan (Distanak), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), serta Bagian Aset dan Cipta Karya.

Lebih lanjut, dia menekankan, setelah berlakunya GSM, dia tidak menginginkan lagi ada sekolah dengan standar bangunan tidak sesuai serta sekolah dengan sistem 2 sif (pagi dan siang), karena kekurangan ruang kelas.

“Ke depan kami punya standar bangunan untuk sekolah kami, agar semua bisa satu sif. Saya lebih menyarankan untuk membangun sekolah baru, jangan membuat ruang kelas baru (RKB), karena berdasarkan pengalaman, dengan membangun RKB, justru sekolah menjadi sempit. Jangankan untuk olah raga, untuk apel saja tidak ada lapangan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, akan memberikan penghargaan khusus bagi kepala sekolah yang mengimplementasikan Program GSM secara konsisten.

Sementara, Kepala Disdik Kabupaten Tangerang Hadisa Mansur menuturkan, GSM adalah usaha untuk mengembalikan ajaran Ki Hajar Dewantara terkait konsep sekolah, yaitu sekolah merupakan taman yang menyenangkan.

“Tujuan GSM ini untuk mempromosikan dan membangun kesadaran guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai rumah kedua bagi anak, yaitu sekolah sebagai tempat menyenangkan dan manusiawi untuk belajar. Tempat mengembangkan potensi yang dimiliki anak, baik akademis maupun nonakademis, agar memiliki bekal keterampilan hidup di masa mendatang,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here