70 KTNA Pamarayan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Cikande Hary Dwi Maroko (ketiga kiri), menyerahkan sertifikat dan kartu kepesertaan jaminan sosial secara simbolis kepada Ketua KTNA Kecamatan Pamarayan, Anani Syarif (keempat kiri), Kamis (11/7/2019).

SERANG, (KB).-Sebanyak 70 Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pamarayan, melakukan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Sekretariat KTNA Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Kamis (11/7/2019).

Ketua KTNA Kecamatan Pamarayan, Anani Syarif mengatakan, secara keseluruhan pihaknya telah mendaftarkan 75 kelompok yang beranggotakan sebanyak 2.160 orang secara bertahap.

“Kami sudah mendaftarkan 70 kelompok tani nelayan di wilayah Kecamatan Pamarayan, dari seluruhnya ada 75 kelompok tani nelayan, dengan jumlah anggota sebanyak 2.160,” ujarnya.

Menurutnya, pendaftaran yang dilakukan secara bertahap tersebut, dikarenakan membutuhkan waktu untuk mendata dan mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tiap anggotanya, sebagai salah satu syarat untuk menjadi peserta. 

“Tentunya ini sangat bermanfaat bagi kami,  para anggota dan masyarakat lainnya. Dengan begitu, kami pun terlindungi dalam melakukan setiap pekerjaan yang beresiko.  Program ini juga sangat  terjangkau dan banyak  manfaatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan terdaftarnya anggota kelompok KTNA di Kecamatan Pamarayan ini, membuktikan bahwa para anggota KTNA telah sadar dan mengerti akan manfaat dari jaminan sosial ketenagakerjaan, ujar Syarif.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis (KCP) Cikande, Hary Dwi Marwoko menuturkan, para kelompok tani tersebut telah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan terhitung mulai bulan Juli 2019 ini dan terdaftar pada dua program perlindungan. Yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JK).

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh, agar seluruh kelompok tani dan nelayan di Kabupaten Serang bisa terdaftar serta teredukasi. Betapa pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dalam perlindungan kecelakaan kerja dan lain-lain,” tuturnya.

Ia mengatakan, bahwa saat ini, BPJS Ketenagakerjaan secara masif menyasar pekerja-pekerja sektor informal. “Tujuannya agar mereka terlindungi kesejahteraannya dengan mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya. (Rizki Putri/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here