7 Hari Kebakaran Pabrik Kembang Api, Keluarga 50 Korban Tahlilan

TANGERANG, (KB).- Jajaran Polrestro Tangerang Kota menggelar shalat ghoib dan doa bersama untuk para korban kebakaran pabrik petasan, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Acara tersebut juga diikuti oleh keluarga korban serta sejumlah masyarakat lainnya yang berlangsung di Gedung Serbaguna Cangklong, Jalan SMPN 1 Kosambi, Desa Cangklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/11/2017).

“Ya kami bersama unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, melakukan kegiatan doa bersama dilanjutkan dengan sholat ghoib,” ujar Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan. Doa bersama dan sholat ghoib diadakan sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan membagikan bingkisan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar yang hadir.

“Sholat ghoib itu bermaksud untuk mendoakan kepada arwah korban yang sudah diidentifikasi mau pun korban masih diproses diidentifikasi di rumah sakit Polri,” ucapnya.  Selain keluarga korban, dan masyarakat sekitar, acara ini juga dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua MUI, Lurah, Ibu – ibu Bhayangkari, polisi, TNI, dan para awak media. “Ini juga digelar untuk menjalin sinergitas kita bersama dalam menghadapi permasalahan yang mudah – mudahan cepat selesai agar masyarakat bisa kembali melaksanakan tugas dan aktivitasnya seperti biasa,” kata Harry.

Menurutnya tujuan dari diberikannya santunan berupa bingkisan bermaksud agar para keluarga korban dan masyarakat sekitar yang juga termasuk korban shock pada kebakaran untuk meringankan beban mereka. “Paket bingkisan ini mudah – mudahan dapat membantu para masyarakat dan termasuk juga keluarga korban semoga diberikan kekuatan serta ketabahan dalam musibah ini,” paparnya.

2 Siswi SMPN 1 Kosambi Kesurupan

Sementara itu Pasca kejadian kebakaran di pabrik petasan, dua siswi SMPN 1 Kosambi sempat kesurupan. Letak gedung sekolah memang bersebelahan dengan pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses, yang berjarak sekitar 10 meter saja. Hal itu diungkapkan langsung oleh salah satu Guru SMPN 1 Kosambi, Didin. Dia mengatakan kalau kedua siswi yang kesurupan itu sedang belajar di ruang kelasnya, pada Selasa (31/10/2017) lalu.

“Pas hari Selasa, dua anak sekolah pernah kesurupan di ruang kelas, tapi kesurupannya hanya sebentar, karena pada saat itu juga langsung dibacakan surat-surat,” ujar Didin, Kamis (2/11/2017). Didin mengira kalau kejadian itu disebabkan karena kedua siswi tersebut sedang melamun akibat masih adanya traumatis di dalam diri mereka, pasca peristiwa kebakaran terjadi. “Pada saat itu dua anak yang kesurupan mungkin lagi bengong, makanya dirasuki,” kata Didin.

Usai peristiwa kebakaran sepekan yang lalu, keesokan harinya Jumat (27/10/2017), SMPN 1 Kosambi mengadakan kegiatan pengajian yakni Yasinan. “Hari Jumat juga sudah masuk tapi belom aktif (belajar) malah yasinan saja,” ungkap Didin. Kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Kosambi itu aktif kembali pada Senin (30/10/2017). “Dari Senin juga sudah mulai masuk sekolah dan anak-anak juga sudah diberikan kegiatan oleh Tagana biar mentalnya kuat,” tuturnya.

Kantongi 10 Orang Yang Hilang

Dalam kesempatan itu Jajaran Polrestro Tangerang Kota mengaku sudah mengantongi identitas 10 orang yang hilang pasca-kabakaran di pabrik petasan, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi. “Sudah kami temukan 10 orang ini,” ujar Deddy.

Mereka di antaranya; Nuryulia (38), Tajudin (36), Amri (21), Ruri(29), Hermanto (26), Husnul (25), Zainudin (23), Darwin Pratama (21), Wawan (18) dan Firman (16).  “Dari 10 orang ini merupakan karyawan pabrik tersebut,” ucapnya. Deddy menjelaskan sebanyak 10 buruh yang sempat dinyatakan hilang itu saat ini kondisinya selamat. Mereka berhasil lolos dalam maut pada tragedi kebakaran hebat di pabrik petasan. “Tidak ada yang luka bakar dan sudah kami mintai keterangan,” kata Deddy.

Menurut Deddy, dari 10 orang ini ada 8 orang yang menjadi saksi dalam insiden tersebut. Sedangkan 2 lainnya sudah pulang kampung ke Cililin, Bandung. “Mereka kebanyakan berasal dari luar Tangerang. Ada yang dari Bandung dan Tegal,” paparnya. Diketahui sudah genap sepekan tragedi kebakaran pabrik petasan telah memakan puluhan korban jiwa di Desa Belimbing , Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/11/2017). Di depan Lokasi pabrik tampak dikelilingi karangan bunga yang berjejeran dari sejumlah pejabat.

Karangan bunga tersebut dikirim oleh para pejabat negara dari beberapa hari yang lalu, salah satunya Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Setidaknya ada sebanyak 20 papan karangan bunga berjejeran di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi tersebut. Adapun nama-nama pengitim karangan bunga selain dari Kapolri, juga dari Kapolrestro Tangerang Kota Kombers Pol Harry Kurniawan, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Gubernur Banten Wahidin Halim, TNI, Tokoh masyarakat, Mahasiswa, hingga PT Panca Buana Cahaya Sukses yang mengalami kebakaran juga turut mengirimkannya.

Papan karangan itu bertuliskan ‘turut berduka cita kepada korban kebakaran PT Panca Buana Cahaya Sukses’ yang tak lain sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban. Pada waktu yang sama, garis kuning police line masih mengikat gedung tersebut. Warga disekitar juga tampak tidak terlihat, namun beberapa pengguna jalan yang melintas masih sempat menengok dan memotret gedung bekas produksi petasan itu. (DA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here