Kamis, 15 November 2018
Breaking News

62.000 Data Penduduk Bermasalah

SERANG, (KB).- Sebanyak 62.000 data penduduk yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang bermasalah. Data tersebut terindikasi ganda dan data anomali atau tidak jelas. Untuk pembersihan dan memastikan data di masyarakat, pihak Disdukcapil akan meminta bantuan desa dan kecamatan.

“Di dalam database kami dari hasil pembersihan ada sekitar 62.000 data penduduk yang data anomali dengan data ganda. Data anomali atau tidak jelas, kalau bahasa di sistem namanya data anomali. Jadi, contohnya namanya Rahmat, tapi jenis kelaminnya perempuan atau namanya Neneng jenis kelaminnya laki-laki atau usianya dua tahun pendidikan lulus SMP kan gak wajar. Seperti itu, data anomali menurut sistem,” kata Kepala Bidang Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Serang, Witarsono, saat dihubungi Kabar Banten melalui telepon selulernya, Jumat (27/10/2017).

Ia menuturkan, data ganda tersebut tersebar di 326 desa. Sementara, untuk data ganda, misalnya data seorang di Pandeglang dicatat di Serang juga dicatat. “Makanya, yang seperti itu menjadi data ganda. Kemarin, data anomali dan ganda itu lagi ditelusuri , supaya di-print out dan ini juga bagian dari saran BPK untuk bagaimana data anomali yang kiriman dari pusat itu dibersihkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyebab data anomali dan data ganda tersebut, penyebanya bisa karena human error. Sementara, data ganda bisa juga saat pindah dari daerah lain, kemudian daftar lagi di Kabupaten Serang dan di-entry baru menjadi ganda. “Ketika ada yang seperti itu, kalau ada orangnya, saat pelayanan itu langsung masuk cek geometri. Supaya terlihat ketunggalan datanya. Ini menjadi temuan BPK yang harus diselesaikan, hasil pemeriksaan kinerja diminta diluruskan bagaimana cara membersihkannya. Harus dibersihkan, supaya betul-betul data itu benar, jangan ada yang tidak jelas,” ucapnya.

Untuk membersihkan data ganda dan anomali tersebut, tutur dia, pihaknya melakukan uji petik ke Kecamatan Kramatwatu, Waringinkurung, dan Cerenang. “Dilihat di kecamatan dan desa, ada tidak korelasinya tugas Dukcapil di kecamatan, dan desa,” tuturnya.  Jika ada, kata dia, maka pihak Disdukcapil bisa perintah untuk pembersihan. Namun, di kecamatan dan desa, ujar dia, tidak ada yang tupoksinya secara spesifik berkaitan dengan kependudukan.

“Maka, garis komando Disdukcapil-nya putus. Makanya, ketika kami ingin membersihkan data melalui kecamatan dan desa, kami akan mohon bantuan kerja samanya, karena pada ujung-ujungnya untuk pemda juga. Nanti Disdukcapil memberikan data anomali dan data ganda minta bantuan untuk pembersihan,” ujarnya.

Permasalahan data ganda dan anomali, ucap dia, ada yang ditemukan saat yang bersangkutan datang melapor ke pihak Disdukcapil, karena ketika akan menggunakan pelayanan publik di luar Disdukcapil tidak bisa.  “Itu biasanya akan ketemu oh si A di Lampung ada, di Serang juga ada, nah itu yang jadi masalah bagi dirinya,” tuturnya. (YY)***


Sekilas Info

Urus Adminduk tanpa Pengantar, Disdukcapil Kota Serang Jalankan Perpres 96 Tahun 2018

SERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang mulai menerapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *