60 Persen Pekerjaan Berisiko Terdampak, Sarjana Harus Berani Hadapi Industri 4.0

Sandiaga Uno saat memberikan orasi ilmiah mengenai tantangan di Era Industri 4.0, pada acara Wisuda Mahasiswa STIE Prima Graha Serang, Sabtu (26/10/2019) di salah satu hotel di Kota Cilegon.*

CILEGON, (KB).- Sandiaga Uno mengatakan, sekitar 60 persen pekerjaan berisiko terdampak industri 4.0. Oleh karena itu, ada tiga poin yang harus dilakukan para sarjana yakni harus inovatif, kreatif, pro aktif dan berani mengambil risiko.

Hal itu dikatakan Sandiaga Uno saat memberikan orasi ilmiah kepada ratusan wisudawan Sarjana Angkatan VIII STIE Prima Graha Serang, di salah satu hotel di Kota Cilegon, Sabtu (26/10/2019). Dalam orasinya, ia mengajak generasi muda untuk siap menghadapi industri 4.0.

“Saya ingin industri 4.0 mendatang harus membawa perubahan dalam era digitalisasi. Ada tiga poin yang harus dilakukan oleh para sarjana, yakni harus inovatif, kreatif, pro aktif dan berani mengambil risiko,” katanya.

Dia mengatakan, hilangnya lapangan pekerjaan akan digantikan dengan robotik. Untuk itu, semua harus siap. Namun, kata dia, dirinya meyakini karena riset menyebutkan bahwa satu lapangan kerja yang hilang karena industri 4.0. Namun, akan banyak lapangan kerja baru yang muncul.

“Seperti coding, programming, dan big data analytics, itu semua yang kami harapkan. Utuk itu,semua harus tetap optimistis, sehingga bisa keluar dan mengikuti apa yang dimaksud revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada perlambatan ekonomi global. Perkiraan terdapat 60 persen pekerjaan yang sangat berisiko dan bisa tergantikan dengan industri 4.0, sehingga mengharuskan kita untuk tetap efisiensi.

“Saya melihat di Provinsi Banten memang agak melambat, akibat lapangan pekerjaan yang sangat sulit didapatkan. Jadi, ini PR kita bersama untuk mendorong kemudahan investasi,” tuturnya.

Disinggung mengenai susunan kabinet menteri yang sekarang, mantan Wagub DKI Jakarta tersebut menjawab, semua pihak harus memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada para menteri yang sudah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bekerja dan menjalankan program-programnya.

“Saya mengajak kita semua untuk memberikan kesempatan mereka (para menteri) bekerja jangan terlalu banyak berkomentar. Jangan terlalu kita bebani para menteri yang sudah ditunjuk ini dengan komentar yang dapat membuat gaduh dan kisruh. Nanti juga ada evaluasi, dan saya siap membantu dan memberi masukkan. Jadi biarkan mereka kerja. Setelah tiga bulan enam bulan, kita lakukan evaluasi dan berikan masukan. Saya siap membantu dengan program OK Oce dan rumah siap kerja,” ucapnya.

Satu jurusan prodi

Sementara itu, Ketua STIE Prima Graha Haerofiatna mengatakan, untuk angkatan VIII pihaknya mewisuda sebanyak 370 orang. Untuk tahun depan, pihaknya menargetkan menjadi Universitas Prima Graha. Untuk saat ini, pihaknya mewisuda satu jurusan prodi. Akan tetapi, dalam waktu dekat membuka jurusan lainnya yakni program studi robotic yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Serang.

“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Sandiaga yang akan membantu kampus kami dalam bidang teknologi, serta akan membantu para pengangguran dengan Rumah Siap Kerja (RSK). Kami akan membicarakannya lagi terkait program Ok Oce, dan RSK. Mudah-mudahan bulan depan sudah bekerja sama,” ucapnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here