60 Persen Dana Kelurahan Di Kota Tangsel Belum Terserap

TANGERANG, (KB).- Penyerapan penggunaan anggaran kelurahan tahun 2019 di 54 kelurahan se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel), belum maksimal atau baru hanya sekitar 40 persen akibat pencairan baru turun Maret 2019 dan adanya surat edaran pembatasan pemakaian dana dari Mendagri.

”Ada sekitar 54 kelurahan yang tidak maksimal menyerap atau menggunakan anggaran kelurahan. Tahun 2019 berkisar Rp 370 juta hingga Rp 380 juta/kelurahan karena ada beberapa kendala,” kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie baru-baru ini.

Menurut dia, dana dari APBN tersebut baru terserap sekitar 40 persen saja karena terkendala antara lain dan tersebut baru dapat dicairkan sekitar bulan Maret 2019 dan adanya surat edaran dari Mendagri kaitan peruntukan yang dibatasi dalam pemakaian anggarannya.

”Pembatasan pemakaian anggaran sesuai surat edaran tersebut untuk kegiatan non fisik dan untuk pelatihan, meningkatkan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk pencairan yang baru ditransfer sekitar bulan Maret 2019 lalu jadi waktunya terlalu mepet atau sedikit untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” ucapnya.

Yang jelas, terang Benyamin, sebanyak 60 persen dana anggaran fisik kelurahan belum digunakan dana kelurahan di Tangsel itu. ”Daripada nanti ada masalah dalam penggunaan dana akibatnya terlambat dipergunakan hingga bulan ini,” ucapnya.

Dikonfirmasi kendala penyerapan anggaran, sosok yang akrab disapa Bang Ben ini berpendapat, karena siklus pengganggaran, dimana anggaran tersebut baru ditransfer ke APBD Kota Tangsel pada Maret 2019.

Sementara terkait dengan prasyarat pejabat kelurahan setingkat kasie yang akan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran, Bang Ben mengakui sudah tidak ada kendala.

“Kalau Kasie minimal satu ASN sudah terpenuhi. Jadi tidak masalah. Tidak semua harus (ASN). Bisa ditunjuk jadi pelaksana teknis kebijakan nantinya,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here