Selasa, 20 November 2018
pilkades serentak pandeglang

6 Kandidat Berebut Kursi Kades Sangiang

SERANG, (KB).- Sebanyak enam orang kandidat bakal calon Kepala Desa Sangiang, Kecamatan Mancak mengikuti rangkaian tes seleksi tertulis yang dilakukan Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Serang di Ruang Rapat Tubagus Suwandi, Jumat (3/11/2017).

Hal tersebut dilakukan, karena bakal calon di desa tersebut jumlahnya melebihi batas maksimal kandidat yang berhak maju, yakni sebanyak 5 orang. Pada tahapan tes tersebut, keenam orang peserta bakal calon kepala desa mengambil nomor urut ujian untuk memilih meja. Kemudian, para peserta langsung duduk di meja masing-masing dan soal tes juga dibagikan panitia.

Para peserta mengerjakan soal tersebut dengan disaksikan langsung panitia dan tim pengawas, terdiri dari unsur Pemkab Serang hingga TNI dan kepolisian. Soal yang diberikan tersebut, terdiri atas 5 ragam soal dalam bentuk pilihan ganda. Peserta diberikan waktu sekitar 90 menit untuk mengerjakan tes tertulis tersebut.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto mengatakan, dari 33 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak pada Ahad (26/11/2017) mendatang, terdapat satu desa yang mengikuti tahapan tes seleksi tertulis.

Alasan diwajibkannya mengikuti tahapan tersebut, karena bakal calon yang mendaftar jumlahnya lebih dari 5 orang. “Yang ada sekarang 6 orang dan semua sudah pemberkasan dan dinyatakan lengkap oleh panitia desa, berkas yang disampaikannya dianggap lulus semua,” katanya kepada wartawan.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015, kandidat yang boleh maju dalam pilkades maksimal jumlahnya 5 orang, sedangkan di desa tersebut jumlahnya ada 6 orang. Berdasarkan hasil monitoring timnya ke desa-desa peserta pilkades, dari 33 desa, ada 4 desa yang pendaftar bakal calonnya lebih dari 5 orang.

“Itu ada di Kecamatan Mancak, Petir, Padarincang, dan Waringin Kurung. Saya lupa nama desanya mah,” ujarnya. Namun, pada saat pemberkasan, dari 4 desa tersebut hanya satu desa yang jumlah bakal calonnya tetap lebih dari 5 orang, sedangkan 3 desa lainnya berguguran, karena tidak memenuhi persyaratan. “Hanya satu desa yang dinyatakan memenuhi oleh panitia tingkat desa,” ucapnya.

Ia menuturkan, pada tahapan ini tidak diberlakukan sistem gugur atau mendiskualifikasi. Namun, akan diberlakukan sistem ranking dari keenam orang bakal calon tersebut. Dengan demikian, akan diambil 5 terbaik dari enam yang ada dan ditetapkan panitia tingkat desa nantinya. “Jadi, tidak ada lulus tidak lulus, diambilnya 5 terbaik di antara 6 orang itu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Cholis Rowyan mengatakan, dari total 326 desa yang ada, hanya ada 33 desa yang punya kesempatan melaksanakan pilkades serentak. “Karena, yang lain itu masa berakhirnya 2018 dan 2019. Jadi, untuk yang keduanya itu nanti 2019,” katanya saat menghadiri proses tes seleksi tertulis.

Ia menuturkan, dalam pelaksanaan pilkades tersebut, pihaknya cukup khawatir dengan kerawanan yang mungkin terjadi. Sebab, kerawanan tersebut tetap saja berpeluang untuk terjadi, terlebih jika terdapat pemilih yang tidak terdaftar. Oleh karena itu, dia berharap, panitia dan panwas di tingkat desa bisa bekerja lebih serius dan benar-benar menjaga keamanan. (DN)***


Sekilas Info

2019, LPTQ Kembali Cetak Mushaf Al Bantani

SERANG, (KB).- Lembaga Pengembangan Tilawat Quran (LPTQ) Provinsi Banten menyelengarakan Seminar Mushaf Alquran Al-Bantani di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *