6 Event Dibatalkan, Dispora Banten Alihkan Dana untuk Penanganan Covid-19

Deden Apriandi, Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Dinas Kepemudaan dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten memutuskan untuk meniadakan seluruh agenda tahun ini. Kemudian, anggaran dana tersebut dialihkan untuk kebutuhan penanganan Covid-19.

Berdasarkan surat edaran penyusunan perubahan (RKA-P) organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan kerja pengelola keuangan daerah berkaitan dengan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di Banten tahun anggaran 2020, enam kegiatan pada Dispora Banten resmi dibatalkan.

Kegiatan tersebut di antaranya, Pekan Olah raga Pelajar Daerah (Popda) IX 2020, Pekan Olah raga Pelajar Wilayah (Popwil) II 2020, Kejuaraan Piala Soeratin 2020, Kejuaraan Liga 3 Zona Banten, dan Fasilitasi Kejuaraan Tingkat Nasional.

Kadispora Banten Deden Apriandhi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, antisipasi tersebut diambil atas perintah dari Gubernur Banten.

“Kami hanya menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur Banten nomor 050/820-Bapp/2020 pada 3 April kemarin, dan anggaran tersebut langsung kami berikan kepada BPKD. Bukan oleh kami,” ujarnya, Selasa (7/4/2020).

Deden mengaku, pembatalan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Tapi melihat berdasarkan kebutuhan Pemerintah Daerah dalam penanganan virus corona.

“Mengingat virus ini belum bisa diprediksi sejauh mana dan sampai kapan, maka kami pertimbangkan untuk dibatalkan bukan ditunda. Namun bahasanya dialihkan. Karena kalau kami tetap menganggarkan di event tersebut, acaranya tetap tidak bisa dijalankan. Karena peraturan dari Pemerintah Pusat pun melarang segala kegiatan berbentuk massal. Kan olahraga pasti melibatkan banyak orang. Nah, daripada sayang tidak terserap. Kami mengantisipasi untuk mengalihkannya, sehingga lebih bermanfaat,” katanya kepada Kabar Banten.

Deden menyampaikan, surat edaran tersebut pun berlaku dan beredar atas sepengetahuan dan perizinan dari Dispora yang berada di kota dan kabupaten Provinsi Banten.

“Tentu tembusannya kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, dan Asda juga Kesra Provinsi Banten. Namun, ini bukan masalah harus sepengetahuan atau izin dari yang di bawah. Ini sudah maklumat untuk kepentingan bersama, mau gak mau harus diterima,” tuturnya.

Disinggung tentang anggaran kontingen Banten dalam pelaksanaan Pekan Olah raga Nasional (PON) XX 2020 Papua. Deden mengungkapkan, pencairan tersebut ditandatangani sesaat sebelum mendapatkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada virus corona ini.

“Kita semua tahu dari 6 event tersebut belum dilaksanakan seperti halnya PON, tapi PON lebih jauh persiapannya. Jadi sudah ter-acc pula sesaat sebelum kami mempunyai inisiatif pengalihan ini. Ya walaupun begitu, dari pihak tuan rumah Papua juga belum ada keputusan akan ditunda, diundur atau bagaimana. Karena pemerintah mereka juga sedang menerapkan karantina wilayah,” tuturnya.

Deden berharap keputusan mengalihkan dana anggaran tersebut dapat bermanfaat bagi khalayak masyarakat.

“Kami kan bukan hanya berurusan dengan pemuda dan olah raga saja, tetap atas nama masyarakat Banten. Karena saya juga miris melihat melonjaknya pasien corona di Banten yang semakin bertambah. Semoga bisa mengurangi dan teratasi berkat dari keputusan ini,” ujar Deden. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here