6 Desa di Kabupaten Serang Terancam tak Bisa Cairkan Dana

SERANG, (KB).- Sebanyak enam desa di Kabupaten Serang terancam tak dapat mencairkan dana desanya. Hal tersebut dikarenakan desa tersebut belum membuat Laporan Realisasi Anggaran (LRA) triwulan I 2019.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, desa yang hingga saat ini belum membuat laporan realisasi anggaran tinggal enam desa. Keenam desa tersebut, terancam tidak bisa mencairkan dana desanya. “Itu dari awal juga sudah terancam dan jadi lambat,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (23/8/2019).

Ia menjelaskan, terhambatnya laporan keenam desa tersebut, dikarenakan masih berurusan dengan masalah hukum. Namun demikian, dia enggan menyebutkan nama-nama desa bersangkutan. “Biasanya karena kasus hukum,” ujarnya.

Untuk tahun ini, ucap dia, setiap desa rata-rata mendapatkan anggaran dana desa sebesar Rp 1,2 miliar. Anggaran tersebut, diminta fokus pada pemberdayaan. “Sekarang sudah bergeser ke pemberdayaan, karena infrastruktur 60-70 persen sudah selesai,” katanya.

Menurut dia, untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban kini dilakukan secara bertahap. Artinya, ketika cair dana tahap pertama, kemudian dibuat LRA, maka akan cair dana tahap kedua. “Per triwulan LRA itu ke kami, triwulan satu keluar dana dan buat LRA keluar triwulan kedua,” ujarnya.

Disinggung soal kepatuhan, dia menilai, mayoritas saat ini desa sudah patuh membuat LRA. Sebab, jika mereka tidak patuh, dana desa tidak akan cair. Hanya saja selalu ada desa yang terlambat melaporkan. “Kalau sekarang relatif sudah bagus, sekarang di Agustus pertengahan sudah mau ke tahap tiga realisasi,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here