580 Pemandi Jenazah Dapat Insentif

Suasana saat pembagian insentif kepada pemandi jenazah, guru ngaji, dan madrasah di Lapangan Tennis Indoor Pemkab Serang, Kamis (2/8/2018).*

Sebanyak 580 orang pemandi jenazah dari 29 kecamatan se-Kabupaten Serang mendapatkan insentif dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Serang yang dihibahkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang. Baznas kemudian menyalurkan hibah tersebut ke ratusan pemandi jenazah, penyaluran dilakukan di Lapangan Tenis Indoor Pemkab Serang, Kamis (2/8/2018).

Ketua Baznas Kabupaten Serang, Wardi Muslich mengatakan, Baznas menyalurkan insentif untuk guru ngaji dan madrasah serta unuk pemandi jenazah. Untuk guru ngaji dan madrasah totalnya 2.784 orang dan mendapatkan insentif sebesar Rp 400.000 per orang. Jadi, totalnya ada Rp 1,13 miliar untuk guru ngaji dan madrasah, sedangkan untuk pemandi jenazah ada 580 orang, dengan besaran yang diterima Rp 700.000 per orang.

“580 orang tersebut berasal dari 29 kecamatan dengan masing-masing kecamatan 20 orang. Dengan demikian, total yang diberikan Rp 406 juta. Insentif ini diberikan setahun sekali,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di Lapangan Tenis Indoor Pemkab Serang.

Ia menuturkan, pemberian insentif untuk guru ngaji dan pemandi jenazah memang masih terhitung kecil nilainya. Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena memang terbatas dengan dana yang tersedia. “Kalau untuk madrasah dan guru ngaji itu dari zakat, tapi kalau pemandi jenazah itu dari hibah APBD melalui Baznas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, insentif untuk guru ngaji diberikan setiap tahun. Besaran angkanya juga masih sama dengan tahun sebelumnya, sedangkan untuk pemandi jenazah tersebut, merupakan kali pertama mereka mendapatkan insentif. “Kalau pemandi jenazah itu baru kali ini dari bupati memberikan. Ke depan Insya Allah direncankan lagi,” ucapnya.

Ia berharap, meski tidak besar, insentif tersebut, bisa menjadi motivasi untuk mereka. Menurut dia, imbalan tersebut memang masih jauh dari layak, sebab seharusnya mereka bisa mendapatkan Rp 400.000 setiap bulannya. “Tapi ini baru setahun sekali dan belum semua guru ngaji dan madrasah juga, jadi bergiliran setiap kecamatan,” tuturnya.

Sementara, untuk capaian zakat, dia mengungkapkan, sampai saat ini capaian penerimaan zakat baru mencapai Rp 6,5 miliar, sedangkan target tahun ini sebesar Rp 12 miliar. “Jadi, masih ada waktu 5 bulan lagi untuk kumpulkan Rp 6 miliar. Kebanyakan masih dari ASN, kalau masyarakat masih belum,” katanya.

Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, distribusi zakat infak sedekah di Baznas Kabupaten Serang hasil dari sumbangan yang dilakukan untuk membantu program Pemkab Serang, seperti rutilahu, beasiswa anak sekolah, pemandi jenazah, guru ngaji, dan guru madrasah. “Pihak ketiga Pemkab Serang juga berpartisipasi membantu program melalui ZIS yang dikumpulkan,” ujarnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here