500 Warga Kabupaten Tangerang Terima Bantuan Kakor Binmas Polri

TANGERANG, (KB).- Sekitar 500 warga di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang memperoleh bantuan dalam bakti sosial Kakor Binmas Baharkam Polri berupa pengobatan gratis dan pemberian sembako. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat,” kata Kakor Binmas Baharkam Polri Irjen Herry Wibowo, Jumat (10/5/2019).

Ia mengatakan, upaya tersebut juga untuk turut meringankan beban masyarakat yang membutuhkan sembako di bulan Ramadan. Namun, sebagian warga yang menerima sembako dan pengobatan tersebut, berusia lanjut dan wanita mengidap penyakit, maka harus dipapah anggota polwan.

Jenderal bintang dua tersebut menambahkan, bakti sosial tersebut merupakan gerakan inspiratif yang diharapkan juga dilakukan pihak lain. “Semangat saling peduli dan berbagi akan semakin meluas serta bergandeng tangan menghentikan segala perselisihan,” ujarnya seraya menambahkan di bulan Ramadan harus memperbanyak dengan kegiatan sosial dan ibadah.

Sementara, seorang warga Kemiri, Kabupaten Tangerang, Siti Aisyah (65) senang dengan adanya bakti sosial tersebut, karena sangat bermanfaat untuk orang lain. Ia memeriksakan kesehatan kepada tim medis pada tenda yang telah disediakan dan mendapatkan sembako.

Bantuan bahan pokok yang diterima sangat bermanfaat untuk kebutuhan dan menekan beban pengeluaran saat Ramadan. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuannya, karena sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan selama puasa.

Tawari anak KPPS jadi polwan

Pada kesempatan tersebut, Herry juga mengunjungi keluarga Sukrani (58), anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Sukrani adalah anggota KPPS yang meninggal dua hari pascapelaksanaan pemungutan suara.

Kedatangan jenderal bintang dua tersebut disambut isak tangis Suadah (56) dan Siti Mamas (19) yang merupakan istri dan putri almarhum. Saat berbincang, Suadah mengungkapkan, sebelum menjadi anggota KPPS, suaminya memang sudah mengidap demam dan sakit pada bagian perut. “Sebelumnya juga sudah beberapa kali berobat,” ucapnya.

Isak tangis makin pecah saat Herry berbincang dengan putri almarhum, Siti Mamas. Siti, begitu dia disapa, menceritakan kesedihanya, karena teringat janji sang ayah untuk melunasi biaya penebusan ijazah yang sudah satu tahun tertahan di sekolah. Namun, tutur dia, belum sempat melunasi biaya ijazah, sang ayah telah berpulang. “Ijazah belum diambil, tidak bisa melamar kerja,” katanya.

Mendengar penuturan putri almarhum, Herry kemudian memberikan bantuan, agar untuk menebus ijazah. Herry bahkan menawari Siti Mamas untuk menjadi anggota polwan. Penawaran tersebut, ujar dia, untuk menguatkan dan memotivasi keluarga terutama putri almarhum. “Segera tebus ijazahnya, kalau nilainya bagus, daftar jadi polwan,” ucapnya.

Herry menuturkan, sudah memberikan nomor telepon selulernya ke keluarga almarhum. Ia meminta, saat ijazah sudah diambil, difoto, kemudian dikirimkan kepadanya. “Foto ijazah kirim ke saya, saya berharap, nilainya bagus, akan kami bantu daftar jadi polwan,” tuturnya.

Selain mengunjungi keluarga anggota KPPS yang meninggal, Herry juga mengunjungi Koko (34), penderita lumpuh sejak lahir di Desa Patra, Kecamatan Kemiri. Herry juga mengunjungi nenek Karni (68) yang menderita katarak sejak 20 tahun silam. Kepada keduanya, Herry menawarkan bantuan medis. Nenek Marni, bahkan ditawari menjalani operasi sesegera mungkin. “Ini kegiatan atau gerakan kemanusiaan. Tak ada tendensi apa-apa, bulan Ramadan, kami perbanyak kebaikan untuk sesama,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here