Rabu, 26 September 2018
Hadi salah seorang korban memperlihatkan kondisi rumahnya yang ambruk pada bagian dapurnya akibat diterpa angin kencang Ahad dini hari, (21/1/2018) sekitar pukul 02.30, di Kp. Sumber Jaya RT 10/RW 03, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Ahad (21/1/2018).*

5 Rumah Dihantam Cuaca Ekstrim

SERANG, (KB).- Sebanyak 5 unit rumah milik warga Kecamatan Mancak dan Padarincang dihantam cuaca ekstrim berupa longsor dan angin kencang pada Sabtu (20/1/2018). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat membuat panik warga sekitar tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Banten melalui Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang pada Sabtu (20/1) lalu terdapat 2 unit rumah yang terkena bencana cuaca ekstrim di Kecamatan Mancak. Rumah pertama yakni milik Asminah warga Kp. Baru, RT016/RW 004, Desa Labuan, Kecamatan Mancak, dimana rumah miliknya diterpa angin kencang sekitar pukul 22.00. Akibat peristiwa itu rumah permanen tersebut ambruk.

Kemudian kedua, milik Khulilah warga Kampung Ciwindu, RT 013/RW 003, Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak sekitar pukul 02.00. Rumah miliknya mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat cuaca ekstrim berupa tanah longsor.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Padarincang. Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 02.30 menghantam 3 unit rumah warga sekitar. Satu unit mengalami kerusakan pada bagian dapur dan atapnya, sedangkan dua rumah lainnya terdampak pada bagian atapnya. Tiga rumah tersebut diantaranya, milik Hadi, Safrudin dan Dudung yang merupakan warga Kampung Sumber Jaya, RT 10/RW 03, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang.

Warga Kp. Sumber Jaya RT 10/RW 03, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Hadi (36) mengatakan, angin kencang di lingkungan rumahnya terjadi sekitar pukul 02.30 pagi. Pada saat itu dirinya beserta istrinya Sunaenah sedang tertidur. Namun karena sejak sore hari angin kencang telah berhembus, dirinya pun menjadi tidak nyenyak saat tertidur. “Tapi angin yang paling besar itu jam 02.30. Kalau hujan mah kecil doang Cuma gerimis, tapi anginnya itu,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Sekitar pukul 02.30 itu, dirinya mendengar suara dentuman keras dari atas rumahnya. Kemungkinan suara keras itu berasal dari atap rumahnya yang tercabut dan terbang hingga beberapa meter. Bukan hanya atap, namun dapur miliknya pun turut ambruk dihantam angin kencang tersebut. “Itu tiang-tiang kayu sampai terbang ke jembatan kena angin. Kedengeran ada yang ngebeledug pas malam itu,” katanya.

Akibat peristiwa itu, rumah yang baru dibangunnya sekitar 6 bulan tersebut kini tidak beratap dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk sementara agar tak terkena hujan, pada bagian atas rumahnya itu ditutupi dengan karpet. “Alhamdulillah enggak ada korban mah, Cuma sempat panik malam itu. Kerugian mah sekitar Rp. 15 juta, semua peralatan dapur hancur,” ucapnya.

Menurut Hadi, angin kencang di lingkungannya itu menghantam 3 rumah. Namun dari jumlah itu, kondisi rumah miliknya lah yang paling parah. Sedangkan untuk rumah tetangganya hanya rusak pada bagian atapnya saja. “Yang lain mah genteng saja. Itu genteng pada terbang pas malam itu,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana mengatakan, untuk saat ini pihaknya telah memberikan bantuan logistic untuk para korban tersebut. Bantuan yang diberikan berupa Mie Instant, Air mineral, Sarden dan Biskuit.  (DN)***


Sekilas Info

Pemilu 2019 Tingkat Provinsi Banten, Tiga Daerah Paling Rawan 

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Dari hasil penelitian Bawaslu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *