5 PDP di RSDP Serang Dinyatakan Negatif

SERANG, (KB).- Sebanyak lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara‎ (RSDP) Serang dinyatakan negatif Covid-19, Selasa (31/3/2020). Hal itu diketahui berdasarkan hasil uji swab laboratorium Litbangkes Jakarta.

Humas RSDP Serang, Drg Khoirul Anam mengatakan, lima PDP yang dinyatakan negatif tersebut antara lain tiga orang warga Kota Serang dan dua orang warga Kabupaten Serang.

Mereka sebelumnya menderita batuk, pilek, demam, sesak, nyeri dada dan ada yang menderita penyakit gula.

“‎Hasil lab beberapa pasien PDP sudah keluar, PDP 6, PDP 7, PDP 9, PDP 10 dan PDP 11 hasilnya negatif. Jadi sekarang ada dua orang PDP yang masih dirawat,” ujarnya kepada wartawan.

Anam mengatakan, hasil uji lab dari Litbangkes Jakarta tersebut diakuinya cukup lama baru bisa keluar. Sebab jika dilihat dari pasien yang masuk paling lama yaitu pada Selasa (17/3/2020) dan paling cepat masuk pada Sabtu (21/3/2020).‎ Sementara hasilnya baru keluar. “Hasil labnya lama,‎” katanya.

‎Ia menuturkan, pasien yang sudah dinyatakan negatif saat ini sudah dipulangkan ke rumahnya. Menurutnya, semua pasien kondisinya membaik‎. Namun demikian setelah lima hari mereka harus kontrol ke poli paru.

“‎Kan semua pasien Covid yang di Serang paru paru, sehingga sarannya untuk pemeriksaan lanjutan di poli paru,” ujarnya.

Disinggung mengenai biaya perawatan selama di RSDP, kata dia, semua biaya ditanggung pemerintah. Terkait profesi pasien sehari hari ia mengaku tidak mengetahuinya. Namun yang jelas usia mereka 15 sampai 58 tahun. “(Biaya perawatan) ditanggung pemerintah,”‎ ucapnya.

Sementara anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Jhonny E Wangga mengatakan, untuk total kasus hingga Selasa (31/3/2020), ODP sebanyak 416 orang, PDP lima orang. Kemudian total PDP yang sembuh ada lima orang.

“Jadi total PDP itu sebelumnya 10, sembuh lima. ODP yang selesai pemantauan ada 16. Kalau ODP naik jadi PDP enggak ada. ODP banyak dari Jakarta dan Tangerang. Pokoknya mereka pendatang, ada ODP tanpa gejala atau karena memiliki trek perjalanan, terus ODP ada juga yang punya gejala ditambah dia dari luar,” ujarnya.

Untuk mereka yang PDP semua dirawat di RSDP. Sedangkan ODP mereka isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

“Ada puskemas yang melakukan pendataan dan pantau via telfon, mereka selama 14 hari dilarang interaksi yang status ODP,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here