5 KK Asal Kabupaten Serang Ikut Transmigrasi ke Gorontalo

Sebanyak lima kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Serang mengikuti program transmigrasi tahun ini. Mereka akan diberangkatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) ke Pohowato, Provinsi Gorontalo sekitar Oktober-November 2019.

Kasi Pendaftaran Seleksi Transmigrasi pada Disnakertrans Kabupaten Serang Rustand Gumanti menjelaskan, tahun ini kuota program transmigrasi untuk Kabupaten Serang sebanyak 5 KK yang telah diputuskan oleh pusat. Semuanya akan dikirim ke Pohowato, Gorontalo yang saat ini sudah dilakukan perluasan wilayah.

“Kuota program transmigrasi Kabupaten Serang untuk 5 KK, itu alokasi dari pusat. Nanti mereka ditempatkan di Pohowato, Provinsi Gorontalo,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (15/8/2019).

Ia mengatakan, kuota transmigrasi tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, lokasi pengiriman juga masih sama ke Gorontalo. Sebab, di sana banyak warga Kabupaten Serang yang telah berhasil. Selain itu, tahun ini juga Kabupaten Serang dikabarkan akan mendapat limpahan untuk menutupi kuota dari Tangerang Selatan sebanyak 5 KK untuk dikirim ke Provinsi Aceh.

“Sempat juga hasil rapat koordinasi kami dikasih limpahan kalau ada untuk menutupi Tangsel untuk ke Aceh. Jumlahnya 5 KK juga,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya siap jika memang dari Kabupaten Serang ada peminatnya, maka akan dikirim. Beberapa waktu lalu juga salah satu pegawai di bidang transmigrasi sempat melakukan cek lokasi ke Aceh untuk melihat kondisinya.

“Pegawai diajak provinsi kemarin ke Aceh untuk cek lokasi. Kelihatannya bagus, makanya kami siapkan. Tangsel tidak ada sama sekali yang mau ke sana, karena kasus GAM dulu akhirnya tidak ada yang minat,” ucapnya.

Ia menuturkan, sebenarnya Kabupaten Serang peminatnya juga kurang untuk ke Aceh. Bahkan, sampai sekarang yang didata baru 2 KK yang minat. Beberapa tahun lalu juga warga Kabupaten Serang banyak yang transmigrasi ke Aceh, namun banyak yang kembali lagi ke kampungnya masing-masing.

“Kalau yang ke Gorontalo sudah terdata 5 KK dari Kecamatan Cinangka semua. Kebetulan tahun lalu dari sana juga. Kalau yang Aceh itu dari Kecamatan Pamarayan dan Jawilan. Ada satu sudah mengikuti pelatihan,” tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini 5 KK yang akan berangkat ke Gorontalo tinggal menunggu keputusan atau jadwal keberangkatan dari pusat. Diperkirakan akan diberangkatkan pada akhir Oktober 2019 atau November 2019.

“Untuk penempatan kedua kali di Gorontalo sudah cek di sana banyak warga kami. Mereka berhasil di sana kan penghasil jagung unggulan dan kualitas ekspor. Memasarkannya gampang makin mengundang ketertarikan warga,” katanya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here