5 Kecamatan di Kabupaten Serang Jadi Sasaran Penuntasan Rutilahu

SERANG, (KB).- Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Serang masih menjadi sasaran utama penuntasan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Hal tersebut, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menilai, di lima kecamatan tersebut, jumlah rutilahunya masih banyak.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Irawan Noor mengatakan, Pemkab Serang masih akan memfokuskan pengentasan rutilahu di lima kecamatan yang dianggap masih memiliki jumlah rutilahu tertinggi. Lima kecamatan tersebut, yakni Tunjung Teja, Pamarayan, Baros, Ciomas, Petir, dan Padarincang.

Ia menuturkan, untuk 2020, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang menganggarkan 925 unit pembangunan rumah layak huni. Kemudian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 500 unit, selanjutnya dari APBD Provinsi Banten, corporate social responsibility (CSR) perusahaan, BJB, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Untuk anggaran dari APBD Kabupaten Serang, kata dia, nilai dana stimulannya masih Rp 20 juta per rumah. Untuk APBN Rp 17,5 juta per rumah dan APBD Provinsi Banten mencapai Rp 40 juta per rumah. “Luar biasa stimulan Rp 20 juta itu, karena secara fisik impossible, tapi dengan partisipasi warga alhamdulillah,” ujarnya kepada Kabar Banten, Rabu (11/12/2019).

Ia berharap, jumlah bantuan dari provinsi bisa lebih banyak dibanding tahun ini. Ia sudah berkomunikasi langsung dengan kepala Dinas Perkim Provinsi Banten dan menyampaikan data rutilahu secara rinci per desa. “Misal satu desa ada 60 rutilahu berapa yang ditangani, jadi data sudah akurat. Mudah-mudahan provinsi (bertambah bantuannya),” ucapnya.

Ia mengatakan, pada tahun ini bantuan dari APBN cukup banyak jumlahnya mencapai 950 unit. Padahal, awalnya hanya 600 unit. Anggaran yang diberikan per rumah Rp 17,5 juta, dengan rincian Rp 15 juta untuk material dan Rp 2,5 juta untuk upah. “Ini program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). BSPS itu bisa rehab bergantung permintaan warga, kalau kami bangun total semua,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata dia, rutilahu hanya tinggal tersisa sekitar 6.900 unit lagi yang butuh penanganan. Ia berharap, bisa secepatnya semua rutilahu tuntas. “Terakhir di perubahan itu di Seuat Jaya rutilahu beres,” ujarnya.

Selain fokus pada rutilahu, menurut dia, saat ini pihaknya juga sedang terus berupa maksimal untuk pembangunan Rumah Sakit Drajat Prawiranegara lima lantai. Kemudian, rehab Kantor Kecamatan Padarincang dan Bandung serta pembangunan Puskesmas Lebak Wangi.

“Kami upayakan mereka ngebut, tapi tidak kurangi kualitas. Yang penting sudah tutup atap, sehingga tetap bisa jalan di bawahnya. Yang repot itu kalau musim begini (hujan) atap belum ke pasang,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here