5.300 Peserta Ikuti Edukasi Bencana Tsunami

Kepala BNPB Doni Munardo saat memberikan materi dalam acara ekspedisi desa tangguh bencana di Kawasan wisata Anyer, Selasa (13/8/2019).*

SERANG, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kegiatan ekspedisi desa tangguh bencana (destana) yang dipusatkan di wilayah Anyer-Cinangka. Kegiatan yang diikuti sekitar 5.300 peserta tersebut dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan tentang kebencanaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, tujuan dari kegiatan ekspedisi destana yaitu, untuk memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, bahwa Kabupaten Serang merupakan daerah yang rawan terjadinya bencana sehingga masyarakat perlu mengetahui jenis-jenis bencana tersebut.

Nana menyebutkan, berdasarkan analisa, ada 42 desa di Kabupaten Serang yang terancam bencana tsunami. Desa-desa tersebut berada di wilayah Cinangka, Anyer, Bojonegara, Kramatwatu hingga Pulo Ampel.

“Oleh karena itu pemerintah pusat melalaui kegiatan ekspedisi ini akan memberi penguatan dan mengevaluasi bagaimana kesiap siagaan bencana di kita. Kebetulan Deputi Kesiap Siagaan BNPB Pak Lilik Kurniawan juga hadir,” ujarnya kepada Kabar Banten di Hotel Marbella Anyer, Selasa (13/8/2019).

Ia menjelaskan, potensi yang paling kuat terjadi bencana adalah di Anyer-Cinangka, oleh karena itu perlu ketangguhan, edukaasi dan sosialisasi. “Diharapkan dengan kegiatan ekspedisi ini masyarakat mengerti apa yang harus dilakukan, lari ke mana ketika terjadi bencana alam,” katanya.

Nana mengatakan, masyarakat terutama yang daerahnya rawan terjadi bencana harus memiliki ketangguhan dan mengerti terhadap bencana yang ada. “Rabu (14/8/2019) kita akan mengedukasi masyarakat di 13 sekolah yang diikuti oleh 5.300 orang. Kemudian untuk peserta upacara ditargetkan 2.000 sampai 3.000 orang. Kita juga telah memasang sirine tsunami di Pelabuhan Paku,” ucapnya.

Sementara, Camat Anyer Chairil Anwar mengapresiasi kegiatan ekspedisi destana yang diselenggarakan di Anyer-Cinangka.

“Kita sangat bersyukur acara digelar di sini karena di kita ada beberapa desa yang posisinya sangat dekat dengan pantai. Untuk pengetahuan masyarakat terhadap kebencanaan sudah cukup bagus dan sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Hanya tinggal penguatan saja,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diawali dengan serah terima bendera pataka dari Kabupaten Lebak ke Kabupaten Serang. Selanjutnya dilakukan pawai yang berlangsung sangat meriah. Kemudian dilanjutkan dengan acara renungan malam.

Sedangkan keesokan harinya dilanjutkan dengan kegiatan peringatan hari pramuka, acara puncak ekspedisi destana, simulasi penyelamatan gedung, simulasi evakuasi tsunami, dan sejumlah kegiatan lainnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here