445 ASN Kabupaten Serang Jalani Psikotes dan ”Assessment”

SERANG, (KB).- Sebanyak 445 aparatur sipil negara (ASN) eselon III dan IV Pemerintah Kabupaten Serang mengikuti tes psikologi atau psikotes dan assessment yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di salah satu aula hotel Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa (30/1/2018).

Hal tersebut dilakukan untuk melihat potensi dan kompetensi ASN, sehingga diketahui penempatannya sudah tepat atau belum.
Kepala BKPSDM Kabupaten Serang, Entus Mahmud Sahiri mengatakan, ASN yang mengikuti psikotes berjumlah 445 orang. Hari pertama (Selasa) 225 ASN, terdiri atas 75 eselon III dan 150 eselon IV. Hari kedua (Rabu) 220 ASN, terdiri atas 75 eselon III dan 145 eselon IV.

Ia mengatakan, di hari pertama ada lima ASN yang berhalangan hadir dalam ujian tersebut. Lima ASN tersebut, terdiri atas tiga ASN eselon III dan dua eselon IV. Ketidakhadiran mereka, karena ada tugas dinas luar. “Untuk yang enggak hadir hari ini (kemarin) kami kasih kesempatan besok (Rabu), kalau enggak bisa juga nanti langsung nyusul ke Bandung ke UNPAD. Karena, kami kan kerja sama dengan tim dari UNPAD,” ujarnya kepada Kabar Banten kemarin.

Kegiatan tersebut, menurut dia, dilakukan untuk mengetahui kompetensi ASN. Apakah selama ini telah berkesesuaian atau tidak dengan jabatan yang tempatinya. “Oleh karena itu, output atau hasil dari ujian tersebut nantinya akan dijadikan dasar rekomendasi mutasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ada tiga rekomendasi yang akan diberikan, pertama bagi ASN yang sudah pas dengan jabatannya artinya mereka tidak perlu dipindah. Akan tetapi, bisa jadi ada ASN yang kurang pas dan rekomendasi yang diberikan, yaitu peningkatan kompetensi. “Nah untuk mereka itu akan diberikan diklat atau bintek berkaitan dengan tupoksi mereka,” tuturnya.

Kedua, ujar dia, ada kemungkinan ASN tidak pas antara kompetensi dengan jabatannya. Maka, rekomendasinya dipindahkan. “Ketiga, kompetensi dan potensi bagus, persyaratan administrasi bagus, maka itu bisa diberikan rekomendasi promosi,” ucapnya.

Menurut dia, uji kompetensi tersebut penting dan idealnya, psikotes dilakukan dalam rentang waktu dua tahun sekali secara rutin. Psikotes kali ini diikuti oleh semua eselon III dan IV seluruh OPD. Termasuk kepala UPTD. “Kepala UPT kebetulan sekarang ini sedang kami rumuskan dari struktural menjadi fungsional,” katanya.

Selain itu, ujar dia, psikotes juga dapat menjadi dasar untuk menempatkan kepala UPTD pascaadanya perampingan. “Nah dari sini, nanti ketahuan bisa ditempatkan dimana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nantinya tidak semua eselon empat akan mendapatkan jabatan yang sama dengan saat ini. Namun, meski demikian, mereka tidak perlu resah, sebab bupati tetap akan memberikan tunjangan seperti hak nya.

Sementara, Tim Asessor, Ira Irawati mengatakan, tes tersebut akan dilakukan dalam dua tahap, pertama psikotes, tujuannya untuk melihat dan mengukur kepribadian, minat, bakat, sikap, dan value. Kedua assessment, yakni berupa problem analysist, inbasket, dan beberapa tes lainnya. “Itu sudah kami sesuaikan dengan peraturan dari BKN sebagai syarat untuk assessment,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk assessment para peserta akan lebih dilihat pada pola manajerial dan kepemimpinanya. Ada 16 kompetensi yang diujikan, sedangkan untuk hasilnya, baru akan keluar setelah tiga minggu. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here