400 Huntara di Kabupaten Pandeglang Siap Huni

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang Syarif Hidayat, memastikan dari total 284 unit hunian sementara atau Huntara, sebanyak 400 unit bangunannya sudah selesai pekerjaannya.

Ratusan huntara tersebut siap untuk dihuni oleh warga terdampak bencana tsunami Selat Sunda di Kampung Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

“Pascabencana tsunami Selat Sunda, masyarakat terdampak korban bencana itu saat ini masih berada di tenda pengungsian dan mereka ingin segera memiliki hunian sementara (Huntara). Alhamdulillah, sebanyak 400 huntara sudah selesai dan siap dihuni,” kata Syarif Hidayat mendampingi Bupati Pandeglang Irna Narulita meninjau pembangunan huntara di Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kamis (21/3/2019).

Menurut Syarif, dari 824 yang sudah selesai terbangun sebanyak 400 unit bangunan, di antaranya 300 unit di Kecamatan Sumur dan 100 unit di Cibenda Kecamatan Carita dan Citanggok Kecamatan Labuan.

“Citanggok dan Cibenda sudah ada 100 unit huntara yang selesai dan tinggal masang kWh listrik. Mudah-mudahan minggu depan bisa dihuni dan sisanya sedang kami kerjakan. Setelah selesai dari Cibenda dan Citanggok akan mengerjakan huntara di Sukaresmi dan Mekarsasri, Kecamatan Panimbang. Target penyelesaian memang tanggal 5 April, namun kami optimistis sisanya mudah-mudahan rampung,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita menilai jika penanganan pascabencana di Kabupaten Pandeglang saat ini termasuk cepat. Soalnya, di daerah lain yang sama terdampak bencana masih proses persiapan huntara.

“Di kita (Pandeglang) termasuk cepat, saat ini saja sudah setengahnya huntara selesai dikerjakan,” kata Irna.

Irna juga berharap pada tanggal 5 April seluruh huntara harus sudah selesai. Namun demikian, apabila tidak selesai akan diperpanjang selama tiga bulan ke depan.

“Beres dari sini kita akan bergerak ke Kecamatan Panimbang. Namun untuk huntara di Sukaresmi belum pasti karena dekat dengan jalan,” ujarnya.

Sementara itu soal hunian tetap (Huntap) , Irna memastikan jika pembahasan huntap akan dilakukan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami akan membahas huntap dengan Menteri PUPR dan saya akan ke sana bersama Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi dan Kabupaten,” tuturnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here