40 Persen Angkot di Kabupaten Lebak tak Layak Operasi

Sejumlah angkutan kota berbagai trayek sedang mangkal menunggu penumpang di Jalan RT Hardiwinangun.

LEBAK, (KB).- Dinas perhubungan (Dishub) Lebak akan mengoptimalkan pengawasan dan menindak tegas kendaraan angkutan umum lebaran yang tidak layak beroperasi. Sebab, sekitar 40 persen kondisi kendaraan Angkutan kota (Angkot) dan Angkutan perdesaan (Angdes) diketahui sudah tidak layak beroperasi.

Kepala Dinas perhubungan (Dishub) Lebak Sumardi mengatakan, dari 1.400 angkutan perkotaan dan perdesaan yang ada di Kabupaten Lebak, sekitar 40 persen kondisinya tidak layak beroperasi. Apabila kendaraan itu tetap memaksakan diri beroperasi, maka dikhawatirkan terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga membahayakan penumpangnya.

“Sebagai persiapan arus mudik lebaran, kita mengoptimalkan pemeriksaan uji kelayakan kendaraan tersebut, demi keselamatan pemudik yang hendak merayakan lebaran di kampung halaman,” kata Sumardi, Rabu (15/5/2019).

Pihaknya pun melarang angkutan perkotaan dan perdesaan yang tidak layak beroperasi tersebut untuk beroperasi pada arus mudik dan balik lebaran. Apabila kedapatan tetap beroperasi, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan.

“Pemerintah daerah komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan merayakan Idulfitri agar selamat sampai tujuan. Jadi, kita ingin memastikan kendaraan angkutan lebaran nanti benar-benar dalam kondisi layak,” katanya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kondisi kelayakan angkutan umum diperlukan, mengingat topografi Kabupaten Lebak perbukitan dan pegunungan. Sehingga, membutuhkan kendaraan yang layak jalan. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengelola terminal juga organisasi angkutan di Lebak.

“Pemerintah daerah juga sudah menyebarkan surat imbauan kepada pemilik angkutan agar dilakukan pengujian kelayakan kendaraan untuk memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan,” ujarnya.

Pada H-7 nanti, kata dia, pihaknya juga akan melaksanakan inspeksi pemeriksaan kelayakan fisik kendaraan bertempat di Terminal Mandala. “Kami berharap, semua angkutan yang melayani penumpang umum harus layak jalan,” ucapnya.

Sementara, salah seorang sopir Angkot 03 trayek Pasar Rangkasbitung-Mandala, Wahyu, mematuhi aturan kelayakan kendaraan yang ditentukan pemerintah. Kebetulan kendaraan angkot yang dipakainya saat ini kondisinya masih baru, dan dipastikan layak untuk angkutan lebaran.

“Saya hanya narik saja, untuk masalah service atau izin lainnya. Semua diurus oleh yang punya angkot. Sedangkan mengenai KIR atau kelaikan semua posisinya aman, karena satu mobilnya baru dan terlebih pemiliknya sangat rajin,” tuturnya. (Lugay/PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here