4 OPD Pemkab Lebak Awasi Peredaran Pangan Berbahaya

LEBAK, (KB).- Pengawasan pangan berbahaya melibatkan empat organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Lebak. Empat OPD tersebut yakni Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag), Dinas kesehatan (Dinkes), Dinas ketahanan pangan (Ketapang) dan Dinas peternakan (Disnak).

Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat mengatakan, pengawasan pangan berbahaya selama Ramadan melibatkan empat OPD. Jenis pangan yang nantinya diawasi, antara lain tahu, bakso, ikan asin, ikan basah, daging ayam, makanan dalam kemasan, serta berbagai jenis sosis.

“Jenis pangan seperti itu diawasi, karena saat puasa Ramadan stoknya sangat melimpah dan banyak diburu masyarakat,” kata Dedi Rahmat, Jumat (10/5/2019).

Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir ini, pihaknya sering menemukan beberapa jenis ikan asin, serta beberapa jenis tahu yang dikirim dari luar Lebak yang ternyata positif menggunakan bahan pengawet. Khawatir pada bulan Ramadan ini ada pangan yang menggunakan bahan pengawet, maka pihaknya harus intens melakukan pengawasan.

“Kita juga akan mengawasi peredaran daging ayam negeri. Pengawasan dilakulan hingga menjelang Lebaran Idulfitri nanti,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Lebak Maman Sukirman mengatakan, sangat berbahaya jika masyarakat mengonsumsi makanan yang menggunakan bahan pengawet maupun pewarna tekstil. Oleh karena itu, jika selama pengawasan ditemukan pangan yang memakai bahan kimia, maka akan ditarik dari peredaran.

“Kami harap para pedagang yang mengetahui jika barang yang dijualnya menggunakan bahan kimia, sebaiknya ditarik atau segera informasikan ke Disperindag atau ke Dinkes,” ucap Sukirman. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here