4.000 Titik Jalan di Kabupaten Serang Belum Ber-PJU

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang telah melakukan studi lapangan mengenai kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di wilayahnya. Hasilnya Dishub mencatat hingga saat ini masih ada sekitar 4.000 titik jalan yang belum terpasang PJU.

Kepala Dishub Kabupaten Serang, Hedi Tahap mengatakan, berdasarkan hasil studi di lapangan hingga saat ini ada sekitar 4.000 titik jalan yang belum ada PJU. Namun yang kata dia pemasasangan PJU ini tidak ada henti hentinya dilakukan oleh Dishub Kabupaten Serang. Sebab pajak PJU masuk kepada pemerintah kabupaten (Pemkab).

“Kalau di data DED (Detail Engineering Design) studi yang kemarin masih belum valid, kita masih sekitar 12.000 (titik jalan masih gelap), tapi sudah kita penuhi sekitar 8000, jadi ada sekitar 4.000 (sisanya), mungkin studi itu sudah usang, suatu saat kita studi lagi,” ujarnya, Jumat (18/10/2019).

Hedi mengatakan, terkait dengan pemasangan PJU tahun ini pihaknya memiliki target sekitar 747 titik. Namun sampai Oktober ini baru terpasang sekitar 50 persen. “Yang 50 persennya insya allah selesai sebelum Desember. Disamping memang ada yang pekerjaan PL (penunjungan langsung), kita juga ada lelang PJU sebesar Rp 600 juta, itu dipusat Puspemkab Serang, ini juga insyaallah ditargetkan bisa selesai secepatnya,” ucapnya.

Hedi menjelaskan, untuk Puspemkab Serang ada sebanyak 33 titik PJU yang dipasang. Terutama di lintasan akses menuju Polres Kabupaten Serang. Lelang PJU tersebut saat ini sudah ada pemenangnya. “Sebarannya semua di jalan kecamatan dan pedesaan. Pemasangan ini berdasarkan usulan masyarakat, kita survei, kita penuhi, sifatnya pemerataan,” katanya.

Sementara, Anggota DPRD asal Dapil 3 Zaenal Abidin mengatakan, untuk dapilnya sampai saat ini rata rata jalan desa dan kabupaten belum ada PJU. Seperti jalan Bojong Catang, jalan Gosali dan jalan poros desa lainnya. “Ini saya lagi di jalan Petir – Pamarayan gelap enggak ada PJU,” ujarnya.

Politisi partai Hanura tersebut mengatakan, selama ini pihaknya juga sering menerima aspirasi dari masyarakat terkait permintaan PJU tersebut. Menurut dia masyarakat, LSM hingga desa sebenarnya bisa langsung mengusulkan kepada Dishub untuk meminta PJU.

“Kemarin dari LSM gabungan anak Indonesia sudah buat proposal sendiri ke Dishub. Kalau desa kita dampingi biar rata lah. Kan sekarang jalan bagus semua kalau gelap takut juga,” ucapnya.

Menurut dia, keberadaan PJU penting. Salah satunya untuk mengurangi angka kriminalitas, terlebih rumah rumah di kampung jaraknya cukup jauh.

“Kalau ada PJU bawa kendaraan nyaman, dan kemudian membantu masyarakat kalau terlalu malam enggak keeng (mencekam). Jadi semestinya masyarakat desa dapat PJU, kan tiga persen dari yang dibayar (pajak) masyarakat itu PJU, jangan hanya di kota tapi di desa juga harus merasakan. Nanti di dorong sama komisi empat,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here