4.000 Anak di Kota Tangerang Miliki KIA

TANGERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang memastikan 4.000 anak di Kota Tangerang telah memiliki kartu identitas anak (KIA) yang merupakan sistem kolektif pengumpulan data anak-anak. “Identitas anak, sama fungsinya seperti KTP sebagai identitas untuk anak, di Kota Tangerang yang punya KIA baru sekitar 4.000 anak dari sekitar 400.000 lebih anak,” kata Kepala Seksi Pendataan pada Disdukcapil Kota Tangerang, Nurmalia Asikin, kemarin.

Ia menuturkan, kebijakan KIA sudah mulai tahun ini dan tahun ini prioritas untuk anak yang baru lahir.  “Yang baru lahir nanti akan dikeluarkan selain kartu keluarganya dan akta kelahirannya serta KIA turut dikeluarkan,” ujarnya. Ia mengatakan, bahwa KIA dibagi menjadi 2. Untuk anak nol hingga 5 tahun dan 5-17 tahun. Untuk anak nol hingga 5 tahun tidak memerlukan foto, tetapi untuk 5-17 tahun memerlukan foto.

“Untuk anak 5-17 tahun kami memang sudah ada beberapa, tapi memang belum maksimal. Kami selesaikan dulu untuk permasalahan KTP elektronik, setelah KTP elektronik selesai targetnya baru kami mulai ke KIA, tapi tahun ini sudah mulai,” ucapnya. Manfaat KIA, antara lain untuk BPJS, daftar sekolah, perbankan, sehingga jika sudah punya KIA tidak perlu lagi membawa akta kelahiran dan cukup membawa KIA.

Bisa dapat diskon belanja

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan, terhitung mulai 2019 mendatang layanan penerbitan KIA sudah rampung. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Dedi Budiawan mengatakan, KIA merupakan dokumen identitas untuk diberikan bagi setiap anak yang difasilitasi oleh negara. Pihaknya mencatat, di wilayah pemekaran tersebut, anak usia nol hingga 18 tahun ada sekitar 355.296 orang. “Mulai diterbitkan tahun 2018 sampai dengan saat ini yang tercetak 866 keping,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia mencanangkan, tahun depan semua anak-anak di Kota Tangsel yang berusia di bawah 17 tahun sudah harus memiliki KIA. Jumlahnya berkisar 350.000 orang anak. Menurut dia, tahun anggaran 2018 ini disediakan 130.000 keping blangko yang sumber dana pengadaannya berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setempat. “Dan 40.000 keping blangko KIA dari APBN,” katanya.

Ia menambahkan, persyaratan untuk membuat dokumen KIA sangat mudah. “Cukup KK orangtua dan akta kelahiran anak yang bersangkutan,” ujarnya. Selain itu, Disdukcapil Tangsel juga memastikan ada manfaat khusus dalam kepemilikan KIA.
“Apalagi ada manfaat bisa mendapatkan diskon,” ucapnya.

Menurut dia, fasilitas mendapat diskon belanja bagi anak-anak di Kota Tangsel diberlakukan di sejumlah pusat perbelanjaan tertentu. Ia menuturkan, sekarang institusinya sedang menerapkan sistem kolektif pengumpulan data anak-anak. “Data identitas kependudukan diperuntukkan mengejar target penerbitan sekitar 355.296 keping KIA sudah bisa selesai pada periode 2019 besok. Selain KIA belum banyak (tercetak), karena dikolektif di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Ia menegaskan, selain mengejar target pencetakan KIA bisa cepat selesai, sistem kolektif dokumen di sekolah-sekolah juga bertujuan untuk menghindari terjadinya penumpukan antrean warga di Kantor Pelayanan Disdukcapil Kota Tangsel di Cilenggang, Kecamatan Serpong. “Kenapa, karena jika anak-anak kudu datang ke Disdukcapil jadi riweuh. Belum ada KIA saja antrean penuh. Nah, jika sekolah-sekolah sudah balikin dokumen, maka akan ada ratusan ribu anak-anak punya KIA,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here