37 Tahun Jadi ASN, Sarjudin Nyalon Wakil Bupati Serang

Bakal calon Wakil Bupati Serang Sarjudin (kiri) saat mengambil formulir penjaringan di kantor DPD Berkarya Kabupaten Serang, Kamis (16/1/2020).*

SERANG, (KB).- Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Sarjudin (56), bertekad bisa menjadi Wakil Bupati Serang. Karena itu, dia “nyalon” (mencalonkan) menjadi Wakil Bupati Serang dengan mengikuti penjaringan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kabupaten Serang. Sarjudin datang di Sekretariat DPD Partai Berkarya, di Kecamatan Ciruas, Kamis (16/1/2020).

Pria yang masih sebagai aparatur sipil negara (ASN) tersebut optimistis bisa dipilih parpol karena memiliki pengalaman mengabdi 37 tahun sebagai ASN.

“Tadi saya barusan daftar. Daftar di posisi wakil bupati dan siap dipasangkan dengan siapapun, diserahkan ke partai. Dengan petahanapun siap kalau perintah partai,” ujar Sarjudin kepada Kabar Banten.

Sarjudin mengatakan, untuk pengembalian formulir baru akan dilakukan Rabu (22/1/2020).

“Tadi saya diterima oleh Ketua Panitia Pak Jamrudin. Pengembalian nanti pekan depan, sekitar jam 2 siang, sepulang kerja,” tuturnya.

Sarjudin baru mendaftarkan diri di tiga partai politik. Yakni Partai Berkarya, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Semuanya mengambil posisi wakil bupati. Dia juga optimistis dapat dipilih oleh partai politik untuk maju di perhelatan Pilkada 2020. Hal itu dikarenakan ia memiliki pengalaman sebagai ASN selama 37 tahun.

“Mudah-mudahan dengan pengalaman saya 37 tahun mengabdi sebagai ASN saya banyak kawan di lapangan dan guru saya mereka bisa memaklumi selama saya jadi abdi negara,” katanya.

Disinggung soal adanya jalur perseorangan untuk maju sebagai bakal calon, pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan (DKPP) itu mengatakan sangat sulit.

Sebab, kata dia, untuk maju dari jalur perseorangan harus mengumpulkan lebih dari 70 ribu kartu tanda penduduk (KTP).

“Berat, karena (harus) banyak KTP, kalau KTP sebenarnya banyak saya ada 50 ribu, tapi yang berat itu harus ada pernyataan dari pemilik KTP. Itu yang berat,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris DPD Berkarya Kabupaten Serang Rusta mengatakan, sejak dibukanya penjaringan pada tanggal 8 sampai 17 Januari, sudah ada 8 orang yang mengambil formulir penjaringan.

“Ada yang ambil sebagai bupati ada juga sebagai wakil bupati. Petahana sudah ambil formulir, tinggal pengembalian,” ujarnya.

Ia menuturkan, pengembalian formulir harus dilakukan sejak tanggal 18 sampai 25 Januari 2020. Setelah itu tinggal ditunggu keputusan selanjutnya.

“Kalau syarat khusus kita gamblang saja. Mungkin enggak khusus juga, kita memilih orang yang sejalan dengan visi kita di Berkarya. Enggak ribet, kan prinsipnya kita penjaringan mencari yang baik dari terbaik,” ujarnya.

Disinggung soal konstelasi politik yang sudah dibangun sejauh ini, Rusta mengatakan, secara pribadi komunikasi dengan partai lain belum ada. Namun pihaknya masih melihat situasi dan kondisi selanjutnya. “Kalau sekarang kan arah politik saja belum ketahuan,” tuturnya.

Namun, dia berharap dalam pilkada ini ada kader internal yang bisa ikut dalam kontestasi pilkada.

“Tapi kita lihat kemungkinan ke depan gimana. Ketua (Ketua DPD Berkarya Kabupaten Serang Dedi Haryadi) sudah ambil formulir,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here