Rabu, 23 Mei 2018

30 Persen Calon PPK Kota Serang Muka Lama

SERANG, (KB).- Sekitar 30 persen calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Serang yang lolos tes tertulis dan memasuki 10 besar merupakan muka lama alias mantan PPK sebelumnya. Saat ini, para calon PPK ini memasuki tahap tes wawancara yang akan dilakukan 28 Oktober 2017 di Kantor KPU Kota Serang.

Divisi Hukum KPU Kota Serang Durotul Bahiyah mengatakan, yang masuk 10 besar lulus tes tulis calon PPK tersebut ada 65 orang. Mereka terdiri dari Kecamatan Serang 12, Kasemen 10, Cipocok Jaya 12 Walantaka 11, Taktakan 10 dan Curug 10. Dari setiap kecamatan akan diambil 10 terbesar. Adapun di beberapa kecamatan ada yang jumlahnya 12 karena nilai hasil tes tulisnya sama.

Oleh karena itu, mereka akan diikutsertakan dalam tes wawancara. “Dari 10 yang lolos tes wawancara nanti, yang akan dipilih menjadi PPK definitif 5 orang disetiap kecamatan, sedangkan 5 lagi cadangan. Pemilihan ini kita akan melihat dari rangking,” ujar Duroh di Kantor KPU Kota Serang, Kamis (26/10/2017).

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin memastikan, jika para calon PPK yang masuk 10 besar ini tidak ada yang terindikasi anggota ataupun pengurus parpol, relawan, dan tim sukses calon. Hal itu bisa dipastikan saat proses administrasi berkas. “Pada saat proses administrasi kita tidak menemukan para calon PPK yang masuk 10 besar ini menyatakan pernah menjadi pengurus partai,” katanya.

Dia juga menyatakan, yang ditekankan dalam seleksi PPK ini yakni harus netral punya integritas dan kualitas baik, serta bertugas sesuai fungsinya yakni membantu KPU di tingkat kecamatan. Sehingga dapat menjaga kondusivitas yang baik di lapangan. “Pengumuman hasilnya dari tes PPK ini pada 31 Oktober, dan pelantikan 1 November. Sebelumnya pada 27-28 ini ada tanggapan dari masyarakat kaitan track record para calon PPK. Masyarakat yang melapor juga harus disertai dengan bukti, dan identitas si pelapor kami rahasiakan,” ucapnya.

Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono menekankan kepada KPU agar selektif dalam rekrutmen calon PPK. Dan ia berharap yang terpilih harus berintegritas, memahami tentang kepemiluan, dan tipe pekerja keras. Panwaslu juga tidak ingin yang terpilih nanti terindikasi dari anggota atau pengurus parpol, relawan calon, ataupun timses. “Kami lihat ada beberapa muka lama yang ikut mencalonkan lagi, tapi kami tak intervensi dan hanya mengingatkan saja kalau nanti ada yang terindikasi anggota parpol,” tuturnya.

Selain itu, tutur dia, dalam aturan yang terbaru juga, persyaratan untuk menjadi PPK tidak boleh ikut organisasi lain baik yang berbadan hukum dan tidak. Dan jika terpilih maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari organisasi tersebut. “Kami juga melihat ada beberapa calon PPK ini besiknya dari aktivis, maka jika yang bersangkutan aktif di organisasi dan terpilih menjadi PPK, maka harus mengundurkan diri dari organisasi yang bersangkutan,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

Konsultasi Syariah: Berapa Persen Maksimal Pinjaman di Bank Syariah?

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Ustaz. Berapa persen kah toleransi maksimal pinjaman di bank syariah? Jawab: Pertanyaan ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *