3 Terdakwa Kasus Selter Divonis 15 Bulan Penjara

SERANG, (KB).- Tiga terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan tempat evakuasi sementara (TES) atau selter di Kampung Sawah, Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang pada 2014, masing-masing divonis 15 bulan penjara. Ketiga terdakwa dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama atas proyek senilai Rp 18,23 miliar tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam sidang yang dipimpin majelis hakim diketuai Sumantono dengan JPU Kejari Serang, AR Kartono, di Pengadilan Tipikor Serang, Senin (25/6/2018). Ketiga terdakwa diadili secara bergantian, yakni pejabat Kemenetrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR), Ahmad Gunawan, Project Manager PT Tidar Sejahtera (TS), Wiarso Joko Pranolo, dan Direktur PT TS, Ali Takwin Muktar.

Vonis ketiganya hanya beda pada hukuman tambahan uang pengganti. Ahmad dikenai hukuman tambahan uang pengganti sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan. Terdakwa sendiri dalam uraian vonis yang dibacakan telah mengembalikan uang Rp 500 juta tersebut kepada Kejaksaan Negeri Serang, sehingga dibebaskan dari ancaman kurungan 6 bulan.

Sedangkan, Ali Muktar diganjar pidana tambahan paling besar, yakni Rp 4,7 miliar subsider 6 bulan penjara. Sementara, Wiarso tidak dijatuhi pidana berupa uang pengganti, karena dianggap tidak menikmati kerugian negara. “Uang tunai Rp 500 juta (Gunawan) dititipkan ke rekening Kejaksaan Negeri Serang,” kata Majelis Hakim, Sumantono.

Ia menilai, perbuatan terdakwa bersama dua terdakwa lain, yakni Ali Takwin Muktar dan Wiarso Joko Pranolo telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Usai pembacaan vonis, ketiga terdakwa langsung menyatakan menerima, sedangkan JPU Kejari Serang, AR Kartono menyatakan, pikir-pikir. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut didasarkan pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. “Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Sedangkan, hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan, mengembalikan kerugian negara dengan menyerahkan aset tanah kepada Kejari Serang. Menanggapi vonis tersebut, terdakwa menyatakan, menerima, sedangkan JPU, pikir-pikir.

Vonis yang dijatuhkan hakim tersebut, lebih rendah dari tuntutan JPU, yakni pidana penjara selama 22 bulan penjara terhadap ketiga terdakwa. Ketiga terdakwa dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan. Khusus Wiarso Joko Pranolo, tidak diwajibkan membayar uang pengganti. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here