3.969 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh Kalimaya 2019

LEBAK, (KB).- Sebanyak 3.969 pengendara roda dua mendapatkan sanksi tilang selama Operasi Patuh Kalimaya berlangsung, pada 29 Agustus hingga 11 September 2019. Para pelanggar didominasi pengemudi anak di bawah umur yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan menggunakan pelindung kepala (helm).

Kanit Patwal Polres Lebak Ipda Heri Susanto mengatakan, selama Ops berlangsung, pengemlndara sepeda motor yang dikenakan sanksi tilang sebanyak 3.969 pengendara. Jumlah tersebut sudah termasuk ke 982 yang hanya dikenakan sanksi teguran. Operasi Patuh Kalimaya sendiri dilaksanakan sejak 29 Agustus hingga 11 September 2019.

“Jenis pelanggarnya didominasi, karena pengendara melawan arus dan para pengemudi di bawah umur tidak menggunakan helm,” kata Heri Susanto, Rabu (11/9/2019).

Ia menjelaskan, Operasi Patuh Kalimaya bekerja sama dengan pihak Samsat atau UPT Bapenda Lebak. Bagi kendaraan yang terjaring pajak STNK-nya mati, maka petugas mengarahkan agar melunasi pajaknya yang bisa langsung dibayar di tempat melalui petugas Samsat maupun membayar langsung datang ke kantor Samsat.

“Untuk sanksi ke 982 hanya diberikan teguran, karena mereka hampir didominasi para pelajar atau pengendara di bawah umur,” ujarnya.

Sementara, Kanit Dikmas Lantas Polres Lebak Ipda R Agung mengimbau agar pengendara roda dua harus membiasakan untuk melengkapi surat-surat dan memperhatikan keamanannya. Terutama pengemudi roda dua agar menggunakan helm pelindung kepala, sedangkan pengemudi roda empat saat berkendara gunakan sabuk pengaman. “Hal itu tentu untuk keamanannya,” ucapnya.

Kepala Seksi Penerima dan Penagihan pada UPT Bapenda Lebak Adang Saepudin mengatakan, dengan adanya Operasi Patuh Kalimaya ini tentu pihaknya merasa terbantu untuk mengejar target capaian pendapatan dari pajak kendaraan.

“Untuk saat ini, perolehan pajak sudah mencapai sekitar 70 persen dari target capaian sebesar Rp 113 miliar,” tutur Adang Saepudin.

Pihaknya optimistis target capaian pajak kendaraan tahun 2019 bisa tercapai. Sedangkan untuk jumlah ribuan pelanggar yang terjaring STNK nya mati, tentu dirinya tidak mengetahui secara pasti apakah yang membayar pajak ke kantor UPT Bapenda sebagai pelanggar atau bukan.

“Karena setiap hari, kantor UPT Bapenda menerima pembayaran perpanjangan pajak STNK. Akan tetapi, operasi ini merupakan salah satu gagasan yang dapat menggiring masyarakat wajib pajak untuk membayarnya,” ujarnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here