Rabu, 23 Mei 2018
Ribuan pendekar Banten dari berbagai perguruan memeriahkan Festival Tapak Karuhun Banten 2017 yang di gelar di Alun-alun Barat, Kota Serang, Ahad (19/11/2017). Dalam kesempatan tersebut Provinsi Banten menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia untuk katagori Debus Al-Maddad terbanyak, yakni dengan 3.000 pendekar.*

3.500 Pendekar Banten Pecahkan Rekor Muri

Terhitung sebanyak 3.500 pendekar Banten bersama-sama memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), dengan melakukan gerakan debus Al Madad dan kolosal silat terbanyak se-Indonesia. Kegiatan tersebut terangkum dalam Tapak Karuhun Banten.

Pemecahan rekor Muri tersebut dilaksanakan di Alun-alun Serang, Ahad (19/11/2017), yang dilakukan oleh pendekar dari seluruh wilayah di Banten. Pada pemecahan rekor tersebut dihadiri oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo, dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan pendekar Banten merupakan pejuang kemerdekaan Banten dan kemerdekaan Indonesia bersama para ulama. Mereka bersama-sama mengusir penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan di Banten. “Pendekar di Banten itu kan dalam sejarahnya, yang mengusir penjajah di Banten bersama dengan para ulama. Mereka yang memperjuangkan kemerdekaan di Banten. Jadi pendekar merupakan pejuang Indonesia, pejuang Banten, dan pejuang pembangunan,” ujarnya.

Ia mengatakan debus dan pendekar Banten sudah sangat dikenal di dunia internasional, termasuk Belanda. Tak hanya itu, dunia persilatan Banten, debus dan kependekaran Banten pun sudah sangat dikenal di Australia. “Saat saya ke Belanda, orang disana itu sudah mengetahui tentang pendekar Banten, dan mengetahui jika debus itu pertama kali ada di Banten. Begitu juga dengan orang-orang Australia, mereka sangat mengenal tentang Banten, debus Banten, dan persilatan Banten. Jadi saya berharap agar debus dan persilatan Banten jangan sampai tergerus perkembangan jaman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Banten Deden Apriandhi mengatakan pemecahan rekor tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan pencak silat dan kependekaran di Banten. Pihaknya berharap, rekor tersebut menjadi pemecut semangat bagi kaum remaja dan pemuda, untuk lebih mengenal dan mencintai pencak silat di Banten.

“Pencak silat di Banten itu belum pupus, belum musnah di tataran bumi Banten. Ini menjadi bukti dari itu semua, pendekar Banten bersatu,” ucapnya. Selain itu, kata dia, Pemprov Banten pun telah menyiapkan lahan untuk pembangunan padepokan silat di kawasan Sport Center Banten. Tak tanggung-tanggung, setidaknya 1 hektare lahan telah disiapkan untuk menampung kegiatan pencak silat di Banten tersebut.***


Sekilas Info

Ketua KONI Kabupaten Serang: Siapkan Pengurus Berkompeten

SERANG, (KB).- Ketua KONI Kabupaten Serang terpilih, Pujiyanto telah menyiapkan sejumlah personel, yang nantinya dipercaya untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *