Selasa, 21 Agustus 2018

28.000 Pelanggan PDAM Terdampak Buka Tutup Irigasi Pamarayan

SERANG, (KB).- Sebanyak 28.000 dari total 31.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani yang tersebar di berbagai kecamatan terdampak sistem buka tutup yang diterapkan saluran irigasi Pamarayan sebelah barat.

Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum pada PDAM Tirta Albantani Arif Setiawan mengatakan, untuk wilayah pelayanan Kabupaten Serang dari mulai Cikande, Kragilan, Ciruas, Kecamatan Serang (Kota Serang), Kramatwatu, Waringin kurung hingga Bojonegara terdampak sistem buka tutup saluran irigasi Pamarayan.

“Sampai ke wilayah Kota Serang ini jumlah pelanggannya hampir mencapai 28.000, tinggal dikurangi Kota Serang. Kan total pelanggan kita sekitar 31.000, sisanya Kota Serang,” ujarnya kepada Kabar Banten di kantornya, Selasa (2/1/2018).

Untuk wilayah Kabupaten Serang, kata Arif, hanya wilayah Anyer, Padarincang dan Ciomas yang tidak terdampak sistem buka tutup tersebut. Sedangkan untuk Bojonegara walaupun terdampak namun masih ada backup kerjasama dengan pihak swasta.  “Jadi mereka enggak menjerit. Kalau instalasinya ada 6 yang terdampak di Cikande, Carenang, Kragilan, Ciruas, Kenari dan Bojonegara,” katanya.

Dirinya mengatakan, aktivitas perbaikan saluran irigasi Pamarayan tersebut telah berlangsung sejak awal Desember. Sejak itu pula pelanggan PDAM yang menggunakan saluran irigasi sebelah barat terdampak.  “Sudah satu bulan, dan katanya sampai bulan Mei buka tutupnya,” ucapnya.

Pihaknya mengatakan, sudah membuat laporan kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terkait adanya buka tutup dalam rangka perbaikan irigasi tersebut. Ia berharap, jangan sampai saluran irigasi itu ditutup terlalu full. “Ada sedikit yang dialirkan untuk melayani kami. Kalau jadwal buka tutupnya itu, bukanya 16 hari, 14 hari tutup. Setengah-setengah bulan pembagiannya,” tuturnya.

Sejauh ini dirinya pun mengaku kebingungan dengan adanya sistem buka tutup tersebut. Sebab, khususnya untuk wilayah Serang Timur, mereka tidak memiliki backup layaknya Bojonegara.
“Kalau irigasi enggak ngalir, ya sudah teriak. Kami kadang dimasukin ke grup Bumi Negara, dan komplen masyarakat di sana,” ujarnya.

Arif menuturkan, untuk menanggapi komplen dari masyarakat tersebut, selama ini yang baru bisa dilakukan adalah mengirimkan tangki air. Dalam satu bulan terakhir ini pihaknya sudah mengirimkan 115 tangki bantuan. Walau demikian, pihaknya pun mengakui jika tangki bantuan air tersebut tidak bisa mengcover seluruhnya.

“Tidak tercover semua, kita kirim ke kompleks 3 tangki saja tidak cukup. Satu tangki isinya 4.000 liter, bergantung masyarakatnya, kadang-kadang banyak banyakan gentong. Rata-rata kebutuhan air sehari itu 200 liter per pelanggan,” katanya. Selain itu, kata dia, agar permasalahan ini tidak kembali terjadi, saat ini PDAM pun sudah bekerjasama dengan pusat dan mengajukan untuk pembuatan tendon air. Sebab pembuatan tendon sendiri wewenangnya bukan di PDAM dan juga Pemda, namun di BBWSC.

“Bilamana itu sudah dibangun insyallah. Pengajuannya sudah kita lakukan, bagian perencanaan sudah usulkan melalui BBWSC dan pemda lewat bapeda,” katanya. Dirinya mengaku untuk saat ini rencana pembuatan embung sendiri sudah banyak. Salah satu daerah yang direncanakan adalah di Kecamatan Pontang. “Yang Pontang kemarin direncanakan akan kerjasama pusat untuk kalimati Pontang. Tinggal hak dan kewajibannya apa saja antara pemkab dan pusat,” ucapnya. (DN)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

2 comments

  1. Tolong donk kepada pdam serang,, ini air di daerah cinanggung berbau dan berbusa..bau seperti air cucian kotor

  2. Di kami udh hampir 1 mgg lebih mati bntuan cma ada pas pgi di saat kmi aktvts kerja…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *