269 Calon PPK Gugur

Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja’i saat meninjau pelaksaanan tes tertulis calon Panitia Pemilihan Kecamatan.*

PANDEGLANG, (KB).- Sebanyak 269 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dipastikan gugur. Mereka tak lolos tes tertulis yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang.

Diketahui, dari 650 pendaftar calon PPK Pilkada Kabupaten Pandeglang, hanya 619 orang yang mengikuti tes tertulis. Sementara 31 orang tidak hadir. Dalam seleksi PPK, KPU Kabupaten Pandeglang memilih 10 orang dari tiap kecamatan.

Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja’i mengatakan, setelah pelaksanaan tes tertulis, pihaknya melakukan koreksi jawaban. Peserta yang akan diambil dari masing-masing kecamatan maksimal sebanyak 10 orang atau dengan nilai tes tulis peringkat 1 sampai 10. Calon PPK yang lolos seleksi akan ditetapkan melalui pleno komisioner KPU Kabupaten Pandeglang.

KPU Kota Pandeglang akan mengumumkan nama-nama yang lulus tes untuk mengikuti tes wawancara, sesuai “time line” tanggal 3 Februari 2020. Kemudian pelaksanaan tes wawancara dari tanggal 8-10 Februari 2020.

”Namun sebelum dilaksanakan tes wawancara, KPU membuka ruang kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan dan masukan. Jika di antara nama-nama yang lulus tes tertulis tersebut ada yang terindikasi tidak memenuhi persyaratan sebagai PPK atau melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. Misalnya seperti adanya indikasi si A itu anggota atau pengurus parpol atau pernah menjadi tim kampanye atau diduga sudah menjadi PPK dua periode,” kata Ahmad Suja’i, saat memantau tes tertulis bagi calon Anggota PPK pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Tahun 2020, di Gedung Kampus Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten di Cikaliung Kecamatan Saketi, Kamis (30/1/2020).

Sementara itu, komisioner KPU Kabupaten Pandeglang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM), Nunung Nurazizah menuturkan, dalam kegiatan tes tertulis tersebut, calon anggota PPK mendapatkan 50 soal pilihan ganda. Soal tersebut dibagi menjadi dua bagian.

”Ada soal dengan kategori Kode Pandeglang 1, dan soal kode Pandeglang 2. Dan setiap peserta yang ada di ruangan itu mendapatkan soal yang berbeda di antara teman yang lainnya. Dan hal itu dilakukan untuk meminimalisasi kerja sama antar peserta,” ucap Nunung. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here