25 TAHUN PONPES MODERN AL-MIZAN, BERKIPRAH MEMBANGUN PERADABAN 

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan Narimbang, Rangkasbitung, Lebak Banten dalam rentang usianya yang sudah seperempat abad merasakan dinamika kehidupan beragam. Kiprah membangun peradaban Islam dan me¬ngisi ruang kehidupan kebangsaan yang berlan-daskan bingkai taribiayul mualimin al-ismamiyah.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-mizan, KH. Anang Azharie Alie,  pada acara resepsi pembukaan dan sujud syukur peringatan milad ke-25 tahun (1993-2018) mengatakan, tidak mudah merajut pondok ini.

“Al-mizan meneguhkan eksistensi membangun peradaban Islami. Perjuangan ini perlu jiwa yang besar, rasa ikhlas, dan sabar.” kata KH. Anang Azharie Alie, Minggu (28/1/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh para alim ulama, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, wali murid dan seluruh santri Ponpes Modern Al-mizan. Mereka antara lain Ketua MUI Banten H. M Romli, ASDA III Lebak  Dedi Lukman, Pimpinan Pondok Pesantern Daar El-Qolam KH. Ahmad Syahiduddin, Kakanwil Kemetrian Agama Provinsi Banten Dr. H. Ahmad Bazari Syam), Wadir Binmas Banten AKBP Wisnu Caraka, dan Pasi Pers Kodim 0603 Lebak Kapten Infantri Narkila.

Dr. H. M Romli dalam sambutannya mengatakan, Pondok Pesantren Modern Al-Mizan  telah mengambil alih sebagian dari tugas negara, yakni mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Ia berpesan agar para santri memiliki cita-cita dengan tekat yang tinggi dan meninggalkan sesuatu yang tidak perlu dilakukan yang tidak ada kaitannya dengan belajar dan keterampilan sebagai santri.

Sementara Dedi Lukman mengatakan, ikhtiar kita dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, barkarakter dan berakhlakul karimah sebagaimana program Lebak pintar menuju Lebak cerdas tahun 2019 senantiasa terus disinergikan dengan berbagai kebutuhan kehidupan masyarakat. Salah satunya, menciptakan iklim belajar yang semakin kondusif dalam lingkungan, keluarga  dan masyarakat sebagaimana peraturan dareah (PERDA) No 2 tahun 2010 pasal 75 ayat 2 poin D, tentang penyelenggaraan pendidikan. Yakni,  mengimbau untuk tidak menggunakan televisi, radio, dan alat elektronik lainnya pada jam 18.00-20.00 WIB.

“Makna pilosafi dari ketentuan tersebut telah menyadarkan kepada kita dan mengajak kepada seluruh orang tua termasuk lembaga-lembaga pendidikan  tentang kewajiban belajar, termasuk yang paling utama adalah meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Alquran,” katanya.

“Atasnama pribadi dan pemerintah daerah mengajak kepada para orang tua terutama yang saat ini belum mondok, sebaiknya sekolahnya sambil mondok. Sehingga ilmu yang diraih tidak saja ilmu yang bersifat umum tapi juga bisa menguasai ilmu agama,” kata Dedi Lukman.

Sementara Ustadz Fairuz Naijuddin, salah satu keluarga besar dari KH. Ahmad Rifa’i Arief (Pendiri Ponpes Modern Daar EL-Qolam) mengatakan,  visi dan misi dari KH. Anang Azharie Alie dalam mendirikan Pondok Pesantern sama seperti visi dan misi ayahnya.

M. Suregar Rosadi, salah seorang alumnus Ponpes Modern Al-Mizan berharap, dengan bertambahnya umur Ponpes Modern Al-mizan bisa menjadi wadah perbaikan untuk peradaban umat Islam dan semakin pesat dalam mengembangkan keilmuannya. Acara ini ditutup dengan sujud syukur bersama di Masjid Riyadusholihin Al-mizan dengan para tamu undangan yang hadir dan seluruh ustadz, ustadzah serta santri Ponpes Modern Al-mizan. (Arif K)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here