2023 Kabupaten Lebak Krisis Kepala Sekolah

LEBAK, (KB).- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, tahun 2023 Lebak akan mengalami krisis kepala sekolah (Kepsek). Sebab, empat tahun ke depan, Lebak kekurangan 500 kepsek untuk ditempatkan di setiap sekolah.

“Secara bertahap, pengangkatan kepsek harus segera dilakukan. Karena tahun 2023 nanti, Lebak tidak akan memiliki kepsek yang jumlahnya mencapai sekitar 500 orang,” kata Wawan Ruswandi, Jumat (13/9/2019).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab kekosongan kepsek di Lebak, yaitu karena dalam kurun waktu dua tahun ke depan akan banyak kepsek yang saat ini menjabat akan memasuki masa pensiun. Kekosongan kepsek sebenarnya sudah terjadi selama tiga tahun belakangan. “Padahal, posisi kepsek sangat strategis dan akan mengganggu jika terjadi kekosongan,” ujarnya.

Menurutnya, kepsek sebagai orang yang bertanggung jawab dalam mutu dan kelancaran proses kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa. Oleh karenanya, kepsek sangat dibutuhkan, sehingga kebutuhan kepsek sangat mendesak.

”Sudah tiga tahun ini sebenarnya banyak yang kosong. Karena, kita kan enggak bisa mengangkat kepsek seenaknya sebelum guru yang menjadi calon kepsek mempunyai sertifikat kepsek,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, guru yang telah mempunyai sertifikat tidak sebanding dengan banyaknya sekolah yang membutuhkan kehadiran orang yang menempati posisi tersebut. Jika kekosongan penjabat kepsek terus berlanjut, maka pada 2023 nanti akan ada sekitar 500 sekolah yang berdiri tanpa adanya kepsek.

“Masalah ini sebenarnya telah diupayakan solusinya oleh kami. Tetapi, regulasi dan anggaran untuk menggelar diklat untuk sertifikasi kepsek juga terbatas,” tuturnya.

Untuk tahun ini, lanjut dia, sudah dilakukan diklat dengan adanya 82 guru yang sudah disertifikasi dan hanya menunggu penempatan saja. Diklat tersebut memang belum bisa mengcover semuanya, karena anggaran untuk mengadakan diklat terbatas.

Dana diklat Rp 3 miliar

Tahun ini, Disdikbud mengalokasikan dana diklat kepsek Rp 3 miliar. Meski begitu, hanya 82 orang saja pada tahun ini yang bisa mengikuti diklat. Karena, kegiatan itu diperuntukkan bagi para guru yang sudah menjabat sebagai kepsek yang belum memiliki sertifikat kepsek.

Pihaknya menargetkan masalah ini bisa dientaskan secara menyeluruh pada tahun depan. Target pengentasan kekosongan kepsek menurutnya akan diupayakan lagi pada akhir tahun ini, dengan menyeleksi kembali calon guru untuk menjadi kepsek. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here