2020, Pemkot Serang Targetkan 7 Ton Beras per Hektare

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) menargetkan 7 ton beras per hektare pada 2020. Hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kota Serang. Sebab, pada tahun ini Kota Serang kekurangan pangan sekitar 32 ton beras.

Kepala DPKP Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan, jika target 7 ton per hektare sawah terpanen dapat tercapai, kebutuhan pangan di Kota Serang bisa tercukupi. Sebab, potensi persawahan di Kota Serang bagus dan luas, apabila diberdayakan dengan benar untuk mencukupi pasokan pangan tidak perlu mengambil dari luar daerah.

“Kami ini kan kekurangan pangan atau beras sekitar 32.000 ton dan untuk mencukupinya masih disuplai dari luar daerah. Padahal kan kalau dilihat dari potensi dan luas lahan pertanian di Kota Serang itu besar, ada banyak sawah. Tapi ya itu tadi, kami belum secara maksimal memberdayakannya,” katanya, Jumat (27/12/2019).

Ia menjelaskan, luas sawah di Kota Serang sekitar 7.900 hektare dan sebagian besar berada di Kecamatan Kasemen. Oleh karena itu, pada 2020 Pemkot Serang memfokuskan mengisi lahan pertanian di wilayah Kasemen, seperti di Kelurahan Banten, Kelurahan Sawah Luhur, Kilasah, dan sekitarnya.

“Jadi, kami fokuskan dulu di wilayah Kasemen, karena di sana yang paling luas. Ada sekitar 3.500 hektare lahan pertanian dan banyaknya memang sawah. Kalau dari luas segitu (3.500 hektare) ditarget 7 ton per hektare sudah sangat cukup. Tapi kan selama ini, kami (pemkot) baru memaksimalkan sekitar 5 sampai 6 ton saja per hektare,” ujarnya.

Pada Desember ini, ucap dia, para petani di wilayah Kasemen sudah mulai menanam padi. Namun, untuk masa yang efektif penanaman pada Januari 2020 dan panen April, sehingga setelah panen nanti lahan pertanian tersebut bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain.

“Kecamatan Kasemen sudah mulai tanam, kemarin pinjam traktor juga ke Distan. Kemudian, sawah kami juga kan bukan sawah tadah hujan, tetapi pengairan, jadi sudah bisa ditanam. Memang untuk pengairannya masih mengandalkan aliran sungai dan irigasi. Tapi kan saat ini sudah memasuki musim hujan,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, ketahanan pangan di Kota Serang bergantung pada pertanian yang ada. Maka dari itu, Pemkot Serang akan fokus pada lahan pertanian, untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Kota Serang, sehingga tidak lagi bergantung pada daerah lain.

“Memang kan masih belum memenuhi kebutuhan pangan untuk di Kota Serang. Maka, pemkot juga akan fokus ke lahan pertaniannya, nanti Distan (DPKP) yang mengatur, kan ada program-programnya nanti seperti apa dan bagaimana untuk meningkatkan hasil panen yang cukup. Karena, sekarang ini kan kami masih minta ke Kabupaten Serang. Mudah-mudahan 2020 sudah tidak minta lagi,” katanya. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here