2020, Pemkot Serang Fokus Garap Infrastruktur

SERANG, (KB).- Infrastruktur dan penataan kota akan menjadi fokus Pemkot Serang pada tahun 2020. Program yang akan dijalankan meliputi pertamanan, perbaikan jalan, serta sejumlah fasilitas umum yang menjadi kewenangan Pemkot Serang.

“Karena masih banyak yang harus kami lakukan untuk ke depannya. Apalagi infrastruktur di Kota Serang perlu ditindaklanjuti. Nanti akan kami coba koordinasikan dengan dinas terkait seperti Dinas PUPR dan Perkim (DPRPKP) untuk mengerjakannya,” kata Wali Kota Serang Syafrudin, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, banyak perencanaan yang belum bisa masuk pada APBD perubahan tahun 2019. Oleh karena itu, kegiatan akan dilaksanakan pada 2020. Ia berharap tahun berikutnya semua perencanaan dapat terealisasi sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Ia juga meminta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat program yang sesuai agar tepat sasaran.

“Kami berharap agar OPD bisa membuat program yang tepat. Karena di (APBD) perubahan ini banyak sekali perencanaan yang kami buat. Semoga 2020 nanti bisa terealisasi. Masih ada yang harus kami perhatikan juga, seperti kesehatan dan pendidikan. Kami harus benar-benar perhatikan itu,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nanang Saefudin mengatakan, kebutuhan anggaran terkait infrastruktur disesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Serang 2020. Oleh karena itu, pihaknya akan melaksanakan program secara bertahap.

“Seperti pak gubernur mengatakan, masuk ke Kota Serang tapi ko engga keliatan kotanya. Nah, itu nanti step by step akan kami tata ulang untuk membantu itu. Saat ini infrastruktur sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi kembali lagi pada anggaran itu sendiri. APBD Kota Serang ini sangatlah terbatas,” katanya.

Menurutnya, pembenahan dan penataan Kota Serang juga harus dibarengi dengan partisipasi masyarakat. Misalnya, pembayaran pajak, baik kendaraan maupun tempat makan. Kemudian, beberapa usaha dan retribusi yang pada akhirnya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri untuk membangun kotanya. Sebab pemerintah pun bergantung pada masyarakat. Kami perlu uang. Tapi dari sektor pendapatan sepertinya agak stuck sedikit. Memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan banget. Tentu dengan pembangunan infrastruktur yang kami bangun, kami berharap ada multiplier effect. Suatu wilayah yang perekonomiannya bagus itu perputaran uangnya terus terjadi,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan, jalan menuju kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang yang rusak. Menurutnya, tidak hanya sebatas diperbaiki saja, tetapi juga membutuhkan ruang publik. “Sehingga nantinya mempermudah masyarakat dalam melakukan perjalanan,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here