2020, KRL Mulai Beroperasi di Serang

Sofyan Hasan, Deputy Executive Vice Presiden PT KAI Daop 1 Bidang Teknis dan Operasional.*

SERANG, (KB).- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan Kereta Rel Listrik (KRL) mulai masuk wilayah Serang pada 2020. Pengembangan operasi moda transportasi massal ini dimulai dengan pembangunan elektrifikasi sepanjang jalur dari Stasiun Rangkasbitung sampai Serang.

Deputy Executive Vice Presiden PT KAI Daop 1 Bidang Teknis dan Operasional Sofyan Hasan mengatakan, pengembangan operasi KRL hingga Serang kemungkinan akan terlebih memanfaatkan jalur yang sudah ada. Hanya saja penambahan infrastruktur untuk kebutuhan elektrifikasi.

“Masyarakat Serang ke sini Jambu, Catang dan lain-lain bisa dilayani KRL. Setahu saya trek yang ini akan diganti dulu semuanya, enggak masalah trek satu,” kata Sofyan kepada wartawan di Walantaka, Kabupaten Serang, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, penggunaan jalur yang sudah ada untuk digunakan juga sebagai jalur KRL bukan masalah. Cara tersebut sudah dilakukan untuk jalur Citeras-Rangkasbitung.

“Contoh, masih ada di kita di Citeras sampai Rangkas masih satu trek yang satu belum selesai, itu bisa dioperasikan,” ujarnya.

Akan tetapi dia sendiri tak menampik rencana ke depan akan dilakukan penambahan jalur, sehingga menjadi dua untuk lintas jalur Rangkasbitung-Serang.

“Treknya kami belum tahu program dari pemerintah. Tapi setahu saya tahun depan 2020 itu bisa dikembangkan (KRL). Saya tidak tahu itu (penambahan jalur), yang pasti elektrifikasi dulu,” tuturnya.

Terkait pengembangan KRL hingga Merak sampai saat ini belum ada rencana. “Pengembangan ke Barat ini, kayaknya dimulai dari elektrifikasi dulu. Saya belum copy ya sampai Merak, pasti sampai Serang dulu,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan KRL memperhitung potensi masyarakat yang akan menggunakannya. Dia tak ingin pengembangan malah berakhir sia-sia.

“Kami juga lihat pengembangan sekitar, jumlah masyarakat yang naik kereta baru ada 10 kereta yang pulang-pergi. Rata-rata satu kereta itu, satu gerbong itu 160 kali delapan baru 800. 800 kali 10 baru 8.000 orang yang naik kereta,” ucapnya.

Selain pengembangan operasi jalur KA dari Rangkasbitung-Serang, pihaknya berencana melakukan pengembangan sejumlah stasiun di Pulau Jawa.

“Ke lintas Timur bangun 8 stasiun, dari Stasiun Klender, Buaran, Keranji, Bekasi, Bekasi Timur, Cibitung, Telaga Murni, sampai Cikarang sudah double trek,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui secara lengkap informasi terkait rencana pengembangan KRL hingga Serang.

Informasi yang diterimanya saat ini baru dilaksanakan studi lajur ganda dari Stasiun Rangkasbitung ke Stasiun Serang.

“Saya belum dapat info lengkap dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Info yang saya terima baru studi double track Rangkasbitung-Serang. Tahun 2020 atau 2021 kegiatan peningkatan jalan Rangkasbitung-Serang,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here