2020, Angka Kemiskinan di Kota Serang Ditarget 5,16%

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan angka kemiskinan menjadi 5,16 persen pada 2020 mendatang. Sebelumnya, tingkat kemiskinan berada di angka 5,36 persen. Selain itu, inflasi juga ditarget tidak lebih dari 3 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Ina Linawati mengatakan, pada 2020 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditarget mencapai 72,47 poin yang sebelumnya berada di angka 71,68 poin. Kemudian, inflasi tidak lebih dari 3 persen, karena saat ini berada di angka 3,78 persen.

“Kemiskinan target kami itu di angka 5,16 persen, sebelumnya itu kan 5,36 persen. Kemudian, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) kami targetkan menurun hingga 8,05 persen dari tahun lalu 8,16 persen. Lalu, LPE dari 6,47 persen kami targetkan naik hingga 6,61 persen,” ujar Ina, Jumat (9/8/2019).

Ia menuturkan, empat indikator makro pembangunan yaitu IPM, angka kemiskinan, TPT, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) pada 2018 mengalami perubahan lebih baik. Saat ini, yang menjadi fokus Pemkot Serang yaitu inflasi.

”Secara keseluruhan di tahun 2019 ini ada beberapa capaian yang cukup baik. Seperti peningkatan LPE dan menurunnya angka kemiskinan,” ucapnya.

Ia mengatakan, tingkat inflasi di Kota Serang masih menduduki peringkat pertama dan paling tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Secara keselurahan untuk LPE itu meningkat. Kemudian, IPM juga meningkat, angka kemiskinan turun, dan angka pengangguran juga menurun. Namun untuk angka inflasi, memang masih tinggi dibandingkan daerah lain,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Serang telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kemudian kegiatan bazar dan pengendalian harga di pasaran yang dilakukan Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM).

Sementara, Kepala Bappeda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, salah satu keinginan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Ushuludin pada 2020 yaitu pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di enam kecamatan yang ada di Kota Serang. Program tersebut juga telah dituangkan dalam dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD).

“Tahun 2020 kami sudah merencakan dan menganggarkan (RTH). Pertama ada di Walantaka, dan kedua ada di Kecamatan Taktakan yang saat ini masih proses dalam pembebasan lahannya. Memang ini janji politik wali kota dan wakilnya. Ini juga bentuk kepedulian mereka terhadap keberadaan pengembangan sumber daya manusia yang ada di masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, ada anggaran yang diberikan langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 34,5 miliar program pengentasan kawasan kumuh.

“Jadi, itu perencanaan yang ada di kami (Bappeda) untuk pembangunan di Kota Serang pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Ia menuturkan, belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah di usia ke-12 Kota Serang. Sebab, masih dalam penataan organisasi perangkat daerah (OPD).

”Kemudian, penataan kota ini juga sedang berjalan dan akan dilakukan secara berkala. Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, itulah yang utama dikerjakan,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here