2019, Zakat ASN Pemprov Banten Tembus Rp 17 Miliar

KETUA UPZ Baznas Pemprov Banten Irfan Santoso secara simbolis menyalurkan santunan kepada anak-anak panti asuhan, di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, Kamis (26/12/2019). Santunan tersebut berasal dari zakat para pegawai Pemprov Banten.*

SERANG, (KB).- Zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten pada tahun 2019 yang terkumpul melalui Baznas Banten mencapai Rp 16 miliar. Jumlah tersebut naik hampir 100 persen dari tahun 2018 yakni sebesar Rp 7,9 miliar.

Kenaikan signifikan tersebut karena mulai April 2019 ini Pemprov Banten menerapkan payroll system, yaitu sebuah bentuk pelayanan zakat melalui pemotongan langsung dari gaji.

Hal tersebut dikatakan Kepala Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Pemprov Banten Irfan Santoso, seusai menghadiri acara santunan kepada 3.000 anak panti asuhan, di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, Kamis (26/12/2019).

“Sebelum ada surat edaran Pak Gubernur Banten, sebelum ada UPZ, penerimaan zakat di angka Rp 7,9 miliar tahun 2018. Ketika kami optimalisasi zakat dari ASN insya Allah tahun ini bisa sampai Rp 16 miliar lebih. Jadi naiknya hampir 100 persen,” tuturnya.

Irfan mengatakan, santuan kepada anak-anak panti asuhan tersebut merupakan bagian dari program Basnaz Banten. Tahun ini penerima zakat berasal dari empat kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kota Serang.

“Insya Allah ke depan seluruh kabupaten/kota,” ujar Irfan yang juga Kepala Biro Kesra Provinsi Banten ini.

Selain itu, beberapa program lainnya yang sudah berjalan antara lain pembangunan program musala indah yang bekerja sama dengan Yayasan Wali Care Foundation.

“Kemudian bekerja sama dengan Lurah Talagasari (Tangerang) terkait pemberdayaan masyarakat khususnya pemanfaatan lahan telantar. Ke depan kami juga akan jajaki kerja sama dengan pihak lain agar lahan-lahan telantar di Kota Serang khususnya bisa dimanfaatkan para mustahik. Nanti kami beri bantuan (untuk garap lahan), sehingga nanti ketika panen bisa dirasakan manfaatnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, seluruh ASN muslim Pemprov Banten seluruhnya telah menunaikan zakat.

“Inilah salah satu bentuk implementasi, bahwa sudah menjalankan visi akhlakul karimah. Diharapkan bisa menular ke masyarakat umum yang juga punya kewajiban yang sama,” tuturnya.

Kepala Bagian Sosial dan Agama pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten H. Toton Suriawinata mengatakan, zakat ASN pemprov telah dikoordinir melalui UPZ Basnas Banten dan disetorkan kepada Baznas untuk didistribusikan kepada para mustahik.

“Kami berharap dana zakat ini dapat bermanfaat bagi umat. Tentu kami berharap doa dari para mustahik untuk bagaimana supaya Pemerintah Provinsi Banten mulai dari Pak Gubernur, Wakil Gubernur, Pak Sekda, hingga staf diberikan keselamatan, diberi kekuatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” kata Toton.

Ia juga meminta para mustahik agar melengkapi persyaratan administrasi dalam menerima bantuan dari UPZ Baznas Pemprov Banten. Hal itu dilakukan agar penyaluran zakat bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami selaku pengurus tentu saja menyalurkan zakat ini juga ada aturan yang dilalui. Maka ini harus tepat sasaran. Apakah (zakat yang kami keluarkan ini) betul disalurkan atau tidak. Jadi haru benar-benar yang berhak menerimanya. Jangan sampai nanti salah. Makanya ada persyaratan administrasi, untuk pemeriksaan harus dipertanggungjawabkan. Nanti kan ada audit independen dan audit syariah. Jadi mohon beri data yang benar,” ujar Toton. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here