Jumat, 14 Desember 2018

2019, Tunjangan ASN Diganti Beras

PANDEGLANG, (KB).- Pemkab Pandeglang berencana menerapkan kebijakan soal tunjangan beras aparatur sipil negara (ASN) tidak lagi diberikan dalam bentuk uang, melainkan diganti beras. Sesuai rencana, kebijakan tersebut akan digulirkan awal tahun 2019.

Kabag Administrasi Perekonomian Setda Pandeglang, Tatang Muhtasar membenarkan awal tahun nanti seluruh ASN akan mendapatkan tunjangan dalam bentuk beras. Namun untuk tahap awal, tunjangan beras diterima ASN sebanyak 5 kilogram per jiwa.

“Iya, sebetulnya regulasinya sudah ada, karena gaji pegawai itu terdiri dari gaji pokok, tunjangan beras dan tunjangan jabatan. Nah, khusus tunjangan beras yang selama ini diterima dalam bentuk uang, kita kembalikan ke beras,” kata Tatang Muhtasar kepada Kabar Banten, Rabu (10/10/2018).

Ia mengatakan, besaran tunjangan beras ASN kalau dirupiahkan sebesar Rp 72.420 per jiwa. Termasuk istri atau suami ASN dan maksimal dua anak juga mendapatkan tunjangan tersebut.

“Iya, nanti awal 2019, tunjangan itu tidak lagi diterima dalam bentuk uang, melainkan beras. Tetapi untuk tunjangan jabatan tidak berubah akan diterima dalam bentuk uang,” ujarnya.

Sementara itu, rencana kebijakan mengembalikan tunjangan beras diterima ASN dalam bentuk beras bertujuan untuk pemberdayaan produksi padi lokal milik petani. Dengan demikian, perputaran uang tidak lari ke luar melainkan siklusnya terjadi di daerah.

“Tidak saja bertujuan pemberdayaan beras petani, kebijakan ini dapat menekan tingkat penjualan beras lokal ke luar daerah, sehingga harga beras petani di daerah tetap stabil,” ucapnya.

Menurut Tatang, kebijakan mengembalikan tunjangan beras dalam bentuk beras akan berlaku bagi seuruh pegawai mulai dari Setda, UPT dan kecamatan. Nanti teknisnya penyediaan beras jenis premium ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Sudah pasti soal harga beras per kilogram akan disesuaikan dengan harga pasar, sehingga beras yang akan diterima ASN tetap berkualitas juga terjamin mutunya,” tutur Tatang.

Soal pemenuhan beras ASN, lanjut Tatang, pemerintah optimistis mampu memenuhi pengadaan beras tersebut. “Pandeglang kan lumbung beras, penyumbang beras terbesar di Banten dan skala nasional. Jadi, program ini bisa memicu petani untuk meningkatkan produksi beras. Kami optimistis tunjangan beras ASN ini bisa berjalan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi menilai kebijakan tersebut cukup baik, namun harus tetap dikaji secara matang. “Iya, kalau kebijakan ini mulus akan menjadi terobosan baik bagi Pandeglang, karena baru kali ini daerah memiliki ide dan gagasan tunjangan beras ASN direalisasikan tidak dalam bentuk uang melainkan kembali ke beras,” tuturnya. (EM/IF)*


Sekilas Info

Tolak Kekerasan Perempuan dan Anak

PANDEGLANG, (KB).- Puluhan mahasiswa perempuan Cipayung (Kohati, Korpri, Sarinah dan Immawati) berunjuk rasa di depan Gedung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *