Kamis, 21 Februari 2019

2019, KIA Mulai Berlaku

SERANG, (KB).- Kartu identitas anak (KIA) untuk usia nol hingga 16 tahun mulai diberlakukan tahun ini di Kabupaten Serang. Keberadaan kartu tersebut dinilai penting, sebab ke depan akan diberlakukan singel identity (identitas tunggal) bagi setiap masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang Jajang Kusmara mengatakan, pada 2018 KIA masih belum digunakan. Namun, tahun ini rencannya kartu tersebut akan mulai diberlakukan. “Baru tahun ini mulainya,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (11/2/2019).

Ia menuturkan, nantinya data pembuatan KIA tersebut akan dilakukan secara kolektif melalui pihak sekolah. Oleh karena itu, akan dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam implementasinya.

“Misal kalau bapak punya anak kedua terus nanti kan harus diperbarui KK (kartu keluarga)-nya, nah nanti bawa KK dan keterangan rumah sakitnya, nanti ketika diurus ke sini KK diperbarui muncul tuh NIK anaknya. Selain dapat KK dia juga dapat akta kelahiran sama KIA, jadi three in one,” ujarnya.

KIA akan digunakan bagi anak berusia nol hingga 16 tahun, setelah masuk usia 17 tahun otomatis identitas anak tersebut, akan diganti dengan kartu tanda penduduk (KTP). Prosesnya, ketika usia 16 tahun si anak akan dipanggil oleh Disdukcapil untuk melakukan perekaman dan pemotretan.

“Karena, kalau KIA kan enggak pakai sidik jari segala, tapi cuma menyerahkan foto, akta, sama nomor KK keluarganya. Begitu dia menjelang usia 17 akan diundang untuk perekaman, sehingga begitu teng 17 KIA ditarik diganti KTP,” ucapnya.

Menurut dia, keberadaan KIA menjadi sangat penting. Sebab, ke depan pemerintah akan memberlakukan singel identity atau identitas tunggal bagi warga negaranya. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan identitas diri akan berbasis NIK. “Jadi, kalau NIK di-input akan muncul datanya. Tapi itu yang punya hak akses tentunya,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, ke depan juga NIK tersebut akan digunakan sebagai nomor induk siswa nasional (NISN). Di mana saat ini beberapa provinsi sudah mulai uji coba memberlakukan hal tersebut.

“Mungkin mulai tahun ajaran sekarang sudah berbasis NIK NISN itu. Kan semua anak sudah punya NIK ada di KK, baru lahir saja ada, NIK itu nanti penunggalan datanya ketika ada konfrimasi data. Sebaiknya punya, karena berdasarkan aturan apalagi mau singel identity harus punya,” ujarnya. (DN)*


Sekilas Info

Renstra Harus Sesuai Arah Pembangunan Kota Serang

SERANG, (KB).- Rencana strategis (Renstra) 2019-2023 dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) 2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *