Senin, 18 Februari 2019

2019, Kartu Nikah Diterapkan di Provinsi Banten

SERANG, (KB).- Penerapan kartu nikah bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan di Banten akan efektif berjalan 2019. Saat ini, penerbitan kartu nikah baru sebatas uji coba di daerah yang sudah didukung sistem online seperti Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Kepala Kanwil Kemenag Banten, Bazari Syam mengatakan, kartu nikah merupakan program nasional yang akan diterapkan di seluruh provinsi, termasuk Banten. “Itu program nasional yang memang mestinya 1 November (2018) ini sudah dimulai,” katanya ditemui di Kanwil Kemenag Banten, Kamis (29/11/2018).

Di Banten sendiri, kata dia, masih banyak Kantor Urusan Agama (KUA) yang belum memiliki perangkat memadai untuk penerapan kartu nikah. Sehingga, penerapannya mulai aktif 2019.

“Hanya di daerah sudah online dengan Disdukcapil misalnya Kota Tangerang. Tangerang Selatan kita sudah mulai uji coba di situ dulu, karena untuk memudahkan sekaligus juga memberikan update data kependudukan terbaru. Juga untuk memudahkan KK (kartu keluarga),” ucapnya.

Kartu nikah yang diterima pasangan akan menyerupai ATM yang biasa diberikan perbankan. Kartu nikah dapat menjadi identitas pernikahan yang mudah dibawa. “Jadikan kalau buku nikah itu adalah menjadi identitas bukti perkawinan yang katakanlah pasif, disimpan di rumah sebagai dokumen, sementara kalau kartu nikah itukan bisa dibawa, fleksibel,” katanya.

Kartu nikah tidak menggantikan yang biasa diterima. Artinya, pasangan yang menikah nantinya akan menerima dua identitas pernikahan sekaligus, yakni buku nikah dan kartu nikah. Ia menjelaskan, kartu nikah hanya akan diterima pasangan yang menikah setelah program ini diluncurkan.

Pasangan yang sudah menikah sebelum program ini diluncurkan, tidak perlu mengurus untuk mendapatkan kartu nikah. Mereka cukup memiliki buku nikah. “(Pelaksanaan program kartu nikah) kita secara bertahap,” tuturnya.

Ia menilai, pelaksanaan program kartu nikah akan mudah dilaksanakan dan tidak menelan anggaran negara yang besar. Blanko nikah nantinya disediakan langsung oleh Kemenag RI seperti halnya blanko buku nikah. “Seperti buku nikah didrop oleh Kementerian Agama (RI), itu yang berlembar, kan bentuknya hanya begitu. Begitu ada nikah digarap, otomatis di-print aja tinggal keluar, jadi enggak ribet apalagi mengeluarkan anggaran,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Kemenag RI meluncurkan kartu nikah sebagai identitas pernikahan. Inovasi tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web). Kartu nikah dan aplikasi Simkah Web telah dilaunching Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 8 November 2018. (SN)*


Sekilas Info

Penertiban Bangunan Liar di Kalimati, Warga Ditenggat Hingga Triwulan II

SERANG, (KB).- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang belum menertibkan bangunan tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *