20 Tahun Tidak Diketahui Keberadaannya, Nenek Risma Ditemukan di Papua dan Akan Dipulangkan ke Banten

Selama 20 tahun silam, Ny. Risma (76), Warga Kampung Nagrak, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten ‎meninggalkan bumi Banten dan tidak diketahui keberadaannya. Kini, Ny. Risma berhasil ditemukan di daerah Timika, Papua oleh tiga organisasi Paguyuban Budak Pandeglang (Padakpa), Urang Pandeglang Peduli (UPP) dan Paguyuban Pasundan.

Rencananya, Ny. Risma akan dipulangkan ke Banten dan sedang diurus prosedur kepulangannya untuk bisa berkumpul kembali bersama adik kandungnya Durahman dan anak kandungnya bernama Anton di Kabupaten Serang.‎

Pembina Padakpa, ‎Deni Ahmad Fanani‎ menceritakan, awalnya anggota Padakpa sedang berada di Timika Papua. Waktu itu, anggota Padakpa bernama Pudin Mahpudin bertemu dengan Ny. Risma di Timika Papua. Kondisi Risma sudah tua dan mengalami gangguan pada matanya.

Mengetahui Risma adalah warga Banten, Pudin dibantu oleh Iwan Fauzi dari organisasi UPP langsung menghubungi pengurus Padakpa pusat. Selain itu, Pudin juga memberitahukan informasi ini kepada Kopda Naya, Babinsa Koramil 0220 Pamarayan Kabupaten Serang.

“Ya, waktu itu atas kesigapan Babinsa akhirnya diketahui data bahwa Ny. Risma adalah benar warga Pamarayan, Kabupaten Serang dan nama adik kandungnya Durahman. Tentu saja Durahman sangat bangga mendengar kabar kakak kandungnya masih hidup dan kami sedang mengurus proses pemulangan Risma dari Papua ke Banten,” kata ‎Pembina Padakpa, ‎Deni Ahmad Fanani‎ ‎, Sabtu (14/9/2019).

Deni menceritakan, Ny. Risma memang sempat pergi ke Papua ikut suaminya. Karena ada sesuatu hal, akhirnya berpisah dengan suaminya dan tinggal puluhan tahun di Papua. Sekarang berhasil ditemukan dan akan dipulangkan ke Banten. “Iya, saya berterima kasih kepada Kopda Naya, pihak UPP dan Paguyuban Pasundan yang telah memfasilitasi rencana pemulangan,” ujarnya.

Sementara itu, adik kandung Ny. Risma, Durahman merasa senang dan bahagia setelah mendengar kabar yang menyebutkan bahwa kakak kandungnya ditemukan masih hidup di Papua. “Kami sudah 20 tahun mencari kemana-mana namun belum ketemu. Tetapi kami merasa girang setelah Padakpa, UPP dan paguyuban Pasundan berhasil menemukannya. Kami berdoa, semoga bisa segera dipulangkan ke Banten,” ujarnya. (Endang Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here