19 Agustus 2019, Jemaah Haji Banten Mulai Dipulangkan ke Tanah Air

Pemerintah melalui Kementerian Agama bersiap untuk pemulangan jemaah haji ke tanah air. Pada pemulangan gelombang pertama akan dimulai pada Sabtu (17/8/2019). Sementara itu untuk jemaah haji asal Provinsi Banten akan dipulangkan pada 19 Agustus 2019 dari Kloter 02 Kota Tangerang.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten H. Deni Rusli mengatakan, untuk pemulangan gelombang I akan diberangkatkan dari Bandara King Abdul Azis Jeddah.

Sedangkan gelombang II akan diberangkatkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah pada 30 Agustus 2019 dari Kloter 25 Kota Serang. Sementara untuk pemulangan terakhir pada 14 September 2019 dari Kloter 64 dengan jemaah dari gabungan kabupaten/kota.

Sementara itu, Kamis (15/8/2019) sudah mulai dilakukan penimbangan bagasi. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melarang jemaah untuk membawa air zamzam ke dalam koper yang akan dibawa pulang ke tanah air. Larangan ini disampaikan Kepala Daerah Kerja Mekah Subhan Cholid, di Mekah.

Menurut Subhan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat penimbangan bagasi, jemaah haji Indonesia banyak kedapatan membawa air zamzam dalam koper. “Padahal percuma saja memasukkan air zamzam dalam koper, karena pada saat penimbangan, itu akan dikeluarkan juga dan tidak akan diangkut,” ujar Subhan, Rabu (14/8/2019) seperti dikutip laman resmi Kemenag.

Subhan menyampaikan, hari pertama penimbangan bagasi jemaah akan dilakukan kepada 15 kelompok terbang, yaitu: JKS 1-4; SUB 1-3; PLM 1; LOP 1; PDG 1; SOC 1-3; BTH 1; serta UPG 1. “Penimbangan bagasi akan dilaksanakan di pemondokan masing-masing. Untuk itu, masing-masing jemaah diharapkan sudah mempersiapkan kopernya,” ucap Subhan.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak menggunakan pelindung koper berbentuk jaring-jaring serta membawa barang lain yang dilarang seperti gas, magnet, senjata tajam dan mainan yang menggunakan baterai. “Jemaah juga diimbau tidak membawa uang tunai lebih dari Rp 200 juta atau SAR 60 ribu,” ujar Subhan.

Jemaah meninggal

Sementara itu dilaporkan jemaah haji yang meninggal dunia dari Provinsi Banten bertambah. Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten H. Machdum Bachtiar mengatakan, ada dua jemaah haji yang meninggal yakni dari Kloter JKG 48 atas nama H. Ilyas asal Jawilan Kabupaten Serang, Selasa (13/8/2019) di RS Mina dan jemaah haji asal Sutardjo Sartami Ismail dengan alamat Jl.Jambu No. 31 Pagebangan RT 3/RW10 Kelurahan Jombang Wetan Kecamatan Jombang, dari Kloter 52 Kota Cilegon. Dengan demikian, jumlah jemaah haji Banten yang meninggal menjadi 6 orang.

Sebelumnya jemaah yang meninggal ada empat orang yakni Muhamad Natsir Siregar. Kelahiran Padang 8 September 1960 dengan alamat Perum Bumi Indah CB/2 Desa Kuta Jaya Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, Hamna Nawi Finan dari Kloter 11 JKG Kabupaten Tangerang dan Nur’aini binti Malik Lubis, jemaah asal Kota Tangerang kloter 06 JKG di RS An Nur Arab Saudi dan jemaah Kloter 53 JKG atas nama Udi Wahyudin Sai nomor paspor B1367956, alamat Kampung Lebak Buah RT 16/05 Kartajaya Cimarga Kabupaten Lebak. (Maksuni Husen)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here