17 Warga Keluar dari PKH

PANDEGLANG, (KB).- Sekitar 17 warga selaku keluarga penerima manfaat (KPM) menyatakan keluar dari program keluarga harapan atau PKH tahun 2019. Mereka menyatakan mundur sebagai penerima manfaat, karena merasa sudah mampu atau membaik dari sisi ekonomi.

Namun, sebagian lagi mundur bukan karena sudah mapan, namun merasa ingin memberi kesempatan kepada orang lain yang sama kondisi ekonominya namun belum pernah menikmati program tersebut. Sementara dari belasan warga yang mundur dari PKH, delapan orang tercatat warga Saketi.

Salah seorang pendamping sosial Kecamatan Saketi, Nita Iska Hermawan membenarkan ada delapan warga penerima manfaat menyatakan mundur dari program PKH. Alasan mereka mundur karena dari segi ekonomi merasa sudah mampu. Selain itu, ingin memberikan kesempatan kepada warga miskin yang lain untuk menikmati bantuan pemerintah melalui program PKH.

”Mereka tanpa paksaan lepas dari PKH dan atas kesadaran sendiri ingin mengundur dari data penerima manfaat. Mereka resmi mundur dengan surat pernyataan,” kata Nita kepada Kabar Banten, Kamis (14/3/2019).

Koordinator PKH Kabupaten Pandeglang Nouvan Hidayat mengatakan, jumlah sementara penerima manfaat yang mundur dari PKH tahun 2019 sebanyak 17 orang.
Umumnya mereka mundur dengan alasan sudah mampu dan mandiri. Meski demikian, ada sebagian dari mereka yang mundur karena merasa malu sudah mendapatkan bantuan PKH selama sepuluh tahun dan ingin memberikan kesempatan kepada warga miskin lainnya.

”Ya, ada penerima KPM yang kondisi ekonominya masih belum mapan, namun ingin keluar dari peserta PKH. Saya pun sempat bingung, orang lain berlomba-lomba ingin masuk peserta PKH tetapi ada warga yang tidak mampu sudah 10 tahun menerima PKH, tiba-tiba ingin keluar dari peserta PKH,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sasaran program PKH digulirkan untuk warga tidak mampu yang memiliki komponen kesehatan dan pendidikan terbatas, jadi jika ada warga yang sudah mampu maka mereka masuk kriteria graduasi mandiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Tati Suwagiharti menjelaskan, saat ini Kementerian Sosial dan Polri telah bekerja sama untuk mengawasi bantuan sosial PKH.

“Tolong disampaikan juga bagi mereka yang sudah mampu tapi belum mau mundur, diharapkan pada tahun ini melalui kerja sama dengan kepolisian mulai verifikasi data KPM dan penyerahan bansos PKH akan dipantau langsung ke lapangan,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here