Selasa, 25 September 2018
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menandatangani daftar komoditas hortikultura yang akan disertifikasi ke pejabat BBP2TP Badan Litbang Kementerian Pertanian RI, di Pendopo Pandeglang, Senin (10/9/2018).*

17 Komoditas Diusulkan Bersertifikat

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang telah mengusulkan 17 komoditas hortikultura dan pangan unggulan untuk mendapatkan sertifikat hak paten dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Badan Litbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Dari belasan komoditas yang diajukan itu, tiga komoditas hortikultura dan satu komoditas pangan akan segera bersertifikat. Untuk komoditas horti meliputi durian si bintang, durian top 1, baranjang, si kucing dan ketan jaya asal Cadasari. Kemudian petai jolongan asal Kaduhejo dan jengkol belo dari Majasari. Komoditas pangan sendiri yakni padi carogol, ketan putri, beurem saetik dan ketan bahung,” kata Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi Januardi saat menggelar penandatanganan dokumen pendaftaran varietas lokal Pandeglang dihadiri Bupati Irna Narulita dan Kepala BPTP Banten di Gedung Garuda, Senin (10/9/2018).

Menurut dia, saat ini ada sekitar 17 jenis komoditas hortikultura dan pangan yang dalam proses pendaftaran untuk penerbitan sertifikat. “Nanti, komoditas unggulan kita memiliki hak paten dan tidak diklaim daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten, Amirrudin Pohan mengatakan, potensi sumberdaya genetik lokal Pandeglang baik tanaman hortikultura dan tanaman pangan cukup tinggi.

“BPTP Banten mendukung upaya menyelamatkan komoditas pangan lokal. Saya harap terus berkoordinasi dan melakukan penelitian di lapangan dengan mengidentifikasi dan karakterisasi persyaratan untuk dapat didaftarkan bersertifikat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, dengan didaftarkannya komoditas pangan lokal unggulan akan memiliki sertifikasi hak paten komoditas asal Pandeglang. “Nanti akan diketahui tentang asal-usul tanaman dan kemampuan produksinya. Dengan sertifikat akan menjadi keterangan formal spesifikasi tanaman komoditas unggulan kita,” tuturnya.

Ia menjelaskan, komoditas pangan lokal di Pandeglang memiliki potensi besar, sehingga perlu dikembangkan dan dibudidayakan dalam rangka melestarikan tanaman lokal dan swasembada pangan secara berkelanjutan. “Komoditas pangan lokal yang didaftarkan untuk bersertifikat akan menambah nilai jual lebih tinggi, sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat petani,” ujarnya. (IF)*


Sekilas Info

Bidan Garda Terdepan ‎Kesehatan Bangsa

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita mengatakan, profesi bidan menjadi ujung tombak pembangunan manusia Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *