Minggu, 18 November 2018

17 Kecamatan di Kabupaten Lebak Rawan Banjir

LEBAK, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengingatkan warga yang tersebar di 17 kecamatan yang telah terpetakan sebagai daerah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak, Madias menyatakan, berdasarkan pemetaan yang telah dirilis sebelumnya, tercatat sebanyak 17 wilayah kecamatan yang terkategori rawan banjir.

Ke 17 kecamatan yang terkategori rawan banjir itu adalah, Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Cileles, Kalanganyar, Cigemblong, Muncang, Cimarga, Leuwidamar, Panggarangan, Gunungkencana, Malingping, Banjarsari, Bayah, Wanasalam, Cibeber, Cipanas serta Kecamatan Sobang.

“Kita mewaspadai di 17 kecamatan yang menjadi langganan banjir sehubungan memasuki musim penghujan itu. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir itu berada di 17 kecamatan. Ribuan warga yang tinggal di 17 kecamatan itu tinggal di sekitar aliran sungai, seperti Sungai Ciujung, Ciberang, Cisimeut, Cimadur, Cilangkahan, Ciliman dan Cidurian,” kata Madias, Jumat (9/11/2018).

Untuk mengantisipasi bencana banjir, pihaknya telah mempersiapkan peralatan evakuasi antara lain perahu karet, pakaian pelampung, kendaraan dapur, tenda, dan logistik serta obat-obatan. Selain itu, petugas dan relawan melakukan siaga selama 24 jam dengan bergantian.

“Kami bergerak cepat untuk melakukan evakuasi jika terjadi bencana alam guna mengurangi risiko kebencanaan,” ujarnya.

Sementara itu sejumlah warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Ciujung-Ciberang mengatakan, memasuki musim penghujan saat ini, pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir maupun longsor.

”Diawal musim penghujan kami tetap waspada terhadap kemungkinan datangnya banjir melanda rumah hunian warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai,” ucap Ahmad (58) warga Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar.

Menurut dia, kondisi cuaca saat ini cenderung sangat ekstrem cuaca yang tadinya panas tiba-tiba berubah jadi mendung dan hujan turun disertai petir dengan intensitas cukup tinggi. ”Mungkin ini merupakan tanda peralihan musim dari panas ke musim penghujan,” tuturnya.

Senada dikatakan Enjat (56) warga Kampung Kebon Kelapa, Rangkasbitung, mengatakan, meskipun saat ini kondisi Sungai Ciujung masih dalam kondisi normal, namun dengan tibanya musim penghujan pihaknya mulai berjaga-jaga dari kemungkinan datanganya ancaman banjir. Sebab, rumah tinggalnya tidak terlalu jauh dari Sungai Ciujung.

”Dengan masuknya musim penghujan kami harus mulai berjaga-jaga dan bersiaga memantau kondisi sungai dari kemungkinan datangnya banjir maupun longsor. Sehingga kami bisa segera melakukan langkah dan upaya yang diperlukan jika banjir atau longsor itu datang,” kata Enjat. (ND)*


Sekilas Info

Truk Pengangkut Pasir Basah Kembali Berulah

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga yang berada di ruas jalan Rangkasbitung-Cimarga, mengeluhkan dimulainya kembali aktivitas kendaraan truk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *