150 Kepala Desa di Kabupaten Serang Dilantik, Empat Desa Masih Sengketa

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melantik 150 kepala desa (kades) baru, di Lapangan Tenis Indoor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Kamis (26/12/2019). Dari 150 desa yang melaksanakan pemilihan kades, hingga saat ini masih ada empat desa di empat kecamatan yang bersengketa.

Ia mengatakan, proses pelantikan 150 kades tersebut, tetap berjalan, meskipun saat ini masih ada empat desa yang bersengketa. Sebab, persoalan sengketa merupakan wewenang atau urusan pengadilan negeri bukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Selain itu, hal tersebut juga menjadi hak para calon kades yang masih belum puas atas hasil pemilihan.

“Ada empat desa yang bersengketa dan itu dipersilakan masuk ke ranah hukum, karena pelantikan harus tetap berjalan. Untuk sengketa itu ranahnya bukan ada di pemda, tetapi di pengadilan. Itu hak para kades yang belum puas terhadap hasil pemilihan ini,” katanya kepada wartawan pelantikan.

Sementara, untuk kades yang telah dilantik, dia berharap, semua kades secepatnya melakukan konsolidasi bersama seluruh elemen yang ada di desa. Sebab, ada perbedaan-perbedaan dalam pemilihan, calon-calon kades yang tidak terpilih dan masyarakat yang terpecah belah, agar segera dipersatukan kembali. Kemudian, kades diminta untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Tadi saya sudah menyampaikan ada perbedaan-perbedaan dalam pemilihan, calon-calon lain yang kalah serta masyarakat yang terbelah untuk segera disatukan kembali. Karena, mereka harus segera membangun desanya. Bulan ini pun mereka diminta untuk segera membuat RPJMDes, sebab untuk melakukan pembangunan ke depan diperlukan RPJMDes,” tuturnya.

Ia mengingatkan kepada para kades terkait pengelolaan dana desa saat ini di Kabupaten Serang sudah memiliki sistemnya, sehingga jika mereka patuh dan taat dengan sistem yang ada, maka akan terhindar dari bahaya korupsi. Sebab, uang yang diterima pemerintah desa bukan dana pribadi, melainkan dari pemerintah digunakan untuk membangun masyarakat, agar cerdas dan sejahtera.

“Ketika mereka menyimpang itu juga akan ada konsekuensi, tapi saya berharap, hal itu tidak terjadi kepada kades yang sudah saya lantik. Kades juga harus mampu menggali pendapatan asli desa, ciptakan inovasi dalam bekerja melalui anggaran yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto menuturkan, empat desa yang masih sengketa ada di Kecamatan Cikeusal, Petir, Kramatwatu, dan Pabuaran.

Ia menjelaskan, untuk beberapa desa yang masih sengketa, pihaknya sudah melakukan pleno dengan panitia kabupaten, kemudian hasil rapat tersebut disampaikan ke rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hasilnya pimpinan daerah tetap meminta untuk melaksanakan pelantikan.

Namun, setelah menempuh jalur hukum penggugat itu dimenangkan oleh pengadilan, biasanya pengadilan nanti akan memberitahukan kepada bupati untuk memberhentikan kades yang hari ini (kemarin) dilantik.

“Kalau penggugat dimenangkan oleh pengadilan, nanti pengadilan memberi tahu bupati. Kemudian, pengguat akan diangkat menjadi penjabat dan pelantikan akan dilaksanakan di tahun berikutnya bersama dengan yang lain atau pilkades serentak,” ucapnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here